Ibu Hamil Anemia Rentan Perdarahan dan Lahirkan Anak Stunting

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita/ibu hamil minum air putih. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi wanita/ibu hamil minum air putih. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Separuh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia akibat defisiensi zat besi. Kondisi ini menyebabkan mereka rentan masalah kehamilan, yang paling fatal adalah perdarahan saat persalinan yang bisa berakhir dengan kematian. Selain itu, anak yang dilahirkan pun terancam stunting.

    Untuk mencegah hal tersebut, ibu hamil disarankan mengonsumsi suplemen zat besi setidaknya 90 butir sepanjang kehamilan. Zat besi berguna untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke organ-organ dan jaringan. 

    Lead Program Manager untuk Stunting Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Sekretariat Wakil Presiden RI, Iing Mursalin, mengatakan sebanyak 74 persen ibu hamil di Indonesia telah mendapatkan suplemen zat besi. Namun, tak banyak ibu yang mau mengonsumsi. Padahal suplemen ini diberikan gratis di Puskesmas.

    “Dari 74 persen ibu yang dapat suplemen zat besi, hanya 34 persen yang mengonsumsi 90 butir tablet. Jadi jangan heran kalau angka anemia pada ibu hamil di Indonesia cukup tinggi,” kata dia di Jakarta, Senin, 9 September 2019.

    Ia mengatakan, kebanyakan ibu hamil enggan mengonsumsi suplemen ini karena baunya tidak enak. Jika dikonsumsi, pil ini dapat membuat mereka mual dan muntah. Apalagi di trimester pertama yang kebanyakan ibu mengalami morning sickness.

    “Tapi tergantung formulanya. Saat ini formula suplemen zat besi yang di Puskesmas telah diubah, diberi salut gula dan sirup sehingga rasanya manis dan tidak membuat mual,” ujar dia.

    Selain suplemen, ibu hamil juga bisa mendapatkan asupan zat besi dari makanan, terutama protein hewani seperti daging sapi, ikan, dan ayam.

    Masalah anemia defisiensi zat besi di Indonesia bukan hanya terjadi saat hamil, tapi juga pada perempuan umumnya. Menurut data Riset Kesehatan Dasar atau Rsikesdas 2013, sebanyak 25 persen remaja putri Tanah Air mengalami anemia. Kondisi ini pun patut menjadi perhatian.

    “Mereka juga akan menikah, dan setelah menikah mereka bisa menjadi ibu hamil anemia,” kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.