Minggu, 22 September 2019

Anak Sulit Makan Serat? Coba Lasagna Sayur ala Chef Yuda Bustara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lasagna sayur (Bebelac)

    Lasagna sayur (Bebelac)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak semua anak suka makan sayur dan buah. Padahal kedua makanan ini merupakan sumber serat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan pencernaan anak. Anda pun dituntut kreatif menyajikannya untuk anak. Salah satu cara untuk membuat anak mau makan sayuran adalah menyajikannya dalam bentuk makanan lezat yang mereka sukai, misalnya lasagna sayuran.

    Chef Yuda Bustara membagiakn resep lasagna sayuran di acara “Pentingnya Pemenuhan Asupan Serat Sejak Dini” bersama Bebelac Gold di Jakarta, Selasa, 3 September 2019. Pasta ini kaya nutrisi karena mengandung karbohidrat, sayuran, dan susu. Mau mencoba?

    Bahan:

    Pasta lasagna rebus

    Pesto:

    3 ons keju permigiano reggiano, potong-potong
    1,5 gelas daun kemangi segar
    1 genggam bayam
    1 siung bawang putih
    ¼ cangkir jacang pine
    ½ cangkir minyak zaitun

    Saus béchamel:

    ¼ cangkir mentega
    ¼ cangkir tepung
    Segelas susu (full cream atau rendah lemak)
    ½ sendok teh kaldu ayam bubuk
    Sejumput pala
    Garam dan merica secukupnya

    Tambahan:

    1 cangkir keju parmesan parut
    ¾ cangkir keju parut mozzarella
    1 sendok teh oregano kering atau Italian spice herbs

    Cara membuat:

    Pesto: campurkan semua bahan dalam blender

    Bechamel: panaskan mentega, masukkan tepung, masak sebentar hingga harum. Masukkan susu, kaldu ayam, sejumput pala, garam, dan merica, sisihkan.

    Susun lasagna, beri pesto, saus béchamel, lalu tambahkan keju parmesan dan mozzarella. Ulang cara yang sama hingga penuh. Taburi spice herbs jika suka, lalu tutup dengan aluminium foil.  

    Panggang selama 45 menit atau sesuai ukuran dan porsi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.