Mengenal Ketofastosis, Apa Bedanya dengan Diet Ketogenik?

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi diet keto (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Ketogenik atau diet keto menjadi pilihan yang banyak dilakukan orang untuk menurunkan berat badan yang berlebihan. Seiring waktu berjalan, muncul varian diet keto yaitu ketofastosis. Varian baru ini dianggap lebih efektif dalam menurunkan berat badan. Meski ketofastosis seringkali dianggap sama dengan diet ketogenik, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Diet ketofastosis menggabungkan diet ketogenik (rendah karbohidrat) dengan fastosis (fasting on ketosis). Jadi, pada diet ini, Anda akan menjalankan puasa dalam keadaan ketosis karena hanya mengonsumsi sedikit karbohidrat, atau bahkan tidak sama sekali.

Ketosis merupakan keadaan di mana tubuh tidak memiliki cukup karbohidrat untuk membakar energi. Oleh karena itu, tubuh akan membakar lemak sebagai gantinya dan memproduksi zat yang disebut keton sebagai energi.

Ketika melakukan diet ketofastosis, tubuh Anda akan membakar lebih banyak lemak daripada diet keto biasa. Hal ini bukan tanpa alasan karena puasa dalam diet ketofastosis dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh mulai menggunakan simpanan lemak yang ada untuk dibakar.

Selain itu, beberapa penelitian juga mengungkap bahwa puasa dalam diet ketofastosis aman menurunkan kelebihan berat badan, mampu mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan, dan meningkatkan energi.

Berbeda dengan diet ketofastosis yang melibatkan puasa, dalam diet ketogenik Anda tidak perlu melakukan puasa. Diet ketogenik merupakan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak. Ketika menjalani diet ini, Anda hanya akan dibatasi untuk mengonsumsi karbohidrat dan menggantinya dengan lemak.

Diet ketogenik yang biasa dilakukan adalah diet keto standar, di mana perbandingan asupan yang dapat Anda konsumsi mengandung 75 persen lemak, 20 persen protein, dan 5 persen karbohidrat.

Meski diet ketogenik dan ketofastosis sama-sama dapat menurunkan berat badan, diet ketogenik memiliki manfaat lain, seperti untuk pengobatan penyakit neurologis (misalnya epilepsi).

Selain itu, studi menunjukkan diet ketogenik dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada sebagian penderita diabetes tipe 2. Lalu, mampu menghentikan atau mengurangi penggunaan obat diabetes.

Sementara, penderita diabetes yang ingin melakukan diet ketofastosis dikhawatirkan berisiko mengalami kontrol gula darah yang buruk, kelelahan, energi rendah, dan hipoglikemia karena berpuasa.

SEHATQ.COM






5 Olahraga untuk Wanita Menurunkan Berat Badan

18 jam lalu

5 Olahraga untuk Wanita Menurunkan Berat Badan

Tiga bulan jelang akhir tahun, komitmen olahraga ditambah diet dapat membantu menurunkan berat badan sebelum memasuki tahun baru


Berat Badan Turun 45 Kilogram, Jessica Simpson Fokus pada Pola Makan

1 hari lalu

Berat Badan Turun 45 Kilogram, Jessica Simpson Fokus pada Pola Makan

Jessica Simpson menyadari bahwa ada banyak faktor lain yang mempengaruhi penurunan berat badan, tapi dia fokus pada diet.


Inilah 5 Manfaat Sarapan bagi Tubuh, Salah Satunya Cegah Rambut Rontok

1 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Sarapan bagi Tubuh, Salah Satunya Cegah Rambut Rontok

Sarapan menjadi bagian terpenting dalam melakukan aktivitas seharian. Berikut sejumlah manfaat sarapan.


Benarkan Minum Air Dingin Bisa Bikin Gemuk? Cek Faktanya

2 hari lalu

Benarkan Minum Air Dingin Bisa Bikin Gemuk? Cek Faktanya

Air dingin tidak mengandung kalori, kecuali sudah ditambahkan sirup, susu, dan lain-lain.


Cara Andien Jaga Berat Badan Ideal setelah Dua Kali Melahirkan

3 hari lalu

Cara Andien Jaga Berat Badan Ideal setelah Dua Kali Melahirkan

Andien mengatakan bahwa pola makan dalam keluarganya pun berpengaruh terhadap bentuk tubuhnya saat ini.


Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

3 hari lalu

Makan Mangga Saat Program Diet Turunkan Berat Badan Bukan Ide Bagus, Kenapa?

Mangga sebaiknya tidak dikonsumsi untuk beberapa faktor berikut ini, salah satunya saat jalankan program diet turunkan berat badan. Mengapa?


Mau Berat Badan Turun? Catat 5 Minuman Sehat yang Membakar Lemak

4 hari lalu

Mau Berat Badan Turun? Catat 5 Minuman Sehat yang Membakar Lemak

Biasanya, diet pangkas berat badan, berfokus untuk melakukan banyak bergerak dan memikirkan kembali asupan makanan dan minuman untuk makanan lain.


Dua Minuman yang Tidak Disarankan saat Diet, Bisa Bikin Berat Badan Naik

4 hari lalu

Dua Minuman yang Tidak Disarankan saat Diet, Bisa Bikin Berat Badan Naik

Bahkan minuman yang kesannya sehat bisa menyebabkan penambahan berat badan.


Perhatian, Kebutuhan Protein Harian Setiap Orang Berbeda

5 hari lalu

Perhatian, Kebutuhan Protein Harian Setiap Orang Berbeda

Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda, tergantung pada banyak faktor seperti berat badan, berapa banyak otot yang dimiliki.


4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

8 hari lalu

4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

Ada beberapa alasan intermittent fasting mungkin bukan yang terbaik untuk wanita