Sibuk Bekerja, Asri Welas Belanja Bahan Makanan Seminggu Sekali

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asri Welas Pramawati

    Asri Welas Pramawati

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski bukan pekerja kantoran, Asri Welas harus berangkat subuh dari rumah menuju tempat kerja setiap Senin-Jumat. Pekerjaan pertamanya di pagi hari adalah siaran di sebuah radio swasta mulai pukul enam pagi. Setelah itu dilanjutkan dengan aktivitas lainnya dan baru pulang di sore atau malam hari.

    Di tengah kesibukannya, Asri Welas berusaha belanja sendiri kebutuhan bahan makanan untuk keluarga. Apalagi, ia harus memperhatikan detail kebutuhan makanan ketiga anaknya yang berbeda-beda. Jadi, dengan berbelanja sendiri kebutuhan nutrisi keluarganya bisa terpenuhi. 

    “Seminggu sekali, entah Sabtu atau Minggu, saya belanja di pasar atau supermarket untuk tiga anak dan suami yang keperluannya beda-beda,” kata dia dalam acara rangkaian peringatan ulang tahun ke-100 Electrolux di Jakarta, Jumat, 30 Agustus 2019.

    Ada beberapa bahan makanan yang wajib ia stok di rumah, salah satunya adalah salmon filet. Anak pertamanya, Rajwa Gilbram Ridha Rahardja, penggemar salmon tepung.

    Tapi yang harus ia perhatikan adalah kebutuhan anak keduanya, Rayyan Gibran Ridha Rahardja, yang mengalami gangguan penglihatan bawaan lahir. Ibran harus mengonsumsi banyak DHA yang banyak terdapat pada belut dan ikan lele. Jadi, dua bahan makanan itu juga selalu ia sediakan. Lalu daging untuk steak, makanan kesukaan sang suami, Galih Ridha Rahardja.

    Seluruh bahan makanan ia itu beli untuk kebutuhan selama satu minggu. “Saya kemas masing-masing untuk sekali ambil di satu tempat. Ayam sudah difilet untuk disate. Belut dan lele juga dikemas satu-satu supaya prosesnya gampang,” kata dia.

    Ia mengakui cara ini agak merepotkan. Tapi ini jauh lebih efisien dibandingkan dengan dia harus berbelanja setiap hari atau menyimpannya dalam jumlah banyak di satu wadah, lalu keluar masuk freezer. Selain tidak praktis, nutrisi bahan makanan itu juga bisa berkurang.

    “Jangan percayakan pada mbak (untuk belanja bahan makanan). Kalau mau perkembangan anak baik, kita harus involve. Mbak tugasnya hanya membantu,” ujar Asri Welas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.