Sebab Kulit Tangan Mengelupas dari Penyakit sampai Faktor Iklim

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi telapak tangan. Unsplash.com/Shali

    Ilustrasi telapak tangan. Unsplash.com/Shali

    TEMPO.CO, Jakarta - Kulit tangan mengelupas tentu menganggu penampilan. Anda pun tak percaya diri saat harus berjabat tangan dengan orang lain. Selain itu, rasa tak nyaman juga bisa ditimbulkan oleh keluhan-keluhan yang menyertai kulit tangan mengelupas. Misalnya, gatal-gatal dan kulit kering.

    Kulit tangan mengelupas umumnya bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun bila Anda merasa terganggu, periksakan kondisi tangan Anda ke dokter untuk mengetahui penyebabnya serta mendapatkan pengobatan yang sesuai. Anda juga perlu mengetahui beragam hal yang bisa menyebabkan kulit tangan mengelupas. Mulai dari faktor lingkungan hingga akibat masalah kesehatan tertentu. 

    Berikut ini beberapa faktor yang paling sering menyebabkan kulit tangan mengelupas

    1. Terlalu sering mencuci tangan
    Terlalu sering cuci tangan bisa mengakibatkan kulit kering. Terutama jika Anda menggunakan sabun dengan kandungan deterjen, kandungan kimia yang keras, atau sabun antiseptik. Memang cuci tangan sangat penting untuk mencegah penularan kuman dan penyebaran penyakit. Tetapi cuci tangan dengan sabun juga dapat menyebabkan lapisan minyak pelindung kulit menjadi berkurang. 

    Ketika lapisan minyak tersebut berkurang, kemampuan kulit untuk menahan cairan turut menurun. Akibatnya, kelembapan kulit berkurang dan kulit menjadi kering serta pecah-pecah. Untuk mengatasi hal ini, cucilah tangan hanya bila perlu. Gunakan juga sabun yang lembut dan sering-seringlah menggunakan pelembap tangan.

    2. Faktor iklim
    Iklim yang sangat kering juga akan memengaruhi kelembapan kulit. Misalnya, ketika berada di daerah beriklim musim dingin, kulit akan cenderung menjadi kering. Jika tidak mengenakan sarung tangan saat beraktivitas di luar ruang, mungkin saja kulit tangan mengelupas akan muncul akibat kondisi kulit yang kering dan pecah-pecah.

    3. Terbakar sinar matahari (sunburn)
    Seseorang bisa menderita sunburn akibat terlalu banyak paparan sinar ultraviolet. Saat terlalu lama beraktivitas di luar ruangan dan terkena paparan sinar matahari, kulit akan terbakar dengan gejala kemerahan, panas, dan terasa perih. Beberapa waktu kemudian, kulit yang terbakar matahari tersebut akan mengelupas.

    Kulit yang mengalami sunburn biasanya akan sembuh dalam waktu sekitar seminggu. Selama masa penyembuhan, hindari sinar matahari. Oleskan pula losion yang mengandung lidah buaya pada area kulit yang terbakar. Kandungan ini akan menyejukkan kulit, menjaga kulit tetap lembap, dan membantu proses penyembuhan.

    4. Mengisap jari
    Banyak anak kecil yang punya kebiasaan mengisap jari atau jempol. Kebiasaan ini dapat mengakibatkan luka yang terasa sakit serta kulit tangan mengelupas, terutama pada jari-jari yang diisap. Untungnya, anak-anak akan meninggalkan kebiasaan tersebut seiring pertambahan usia.

    5. Paparan zat kimia
    Banyak profesi yang membuat pekerjanya terpaksa menerima paparan zat kimia di tangan. Misalnya, profesi di bidang pertanian, konstruksi, dan manufaktur. Di dalam rumah pun, bisa saja terdapat produk pembersih rumah tangga yang mengandung bahan-bahan kimia yang keras.

    Sering mengalami kontak dengan bahan-bajan kimia ini akan menyebabkan kondisi kulit tangan mengelupas akibat kering dan iritasi. Cegah iritasi dan kulit kering akibat paparan zat kimia bisa dilakukan dengan menggunakan sarung tangan pelindung, mencuci tangan setelah bekerja dengan bahan kimia, dan sering mengoleskan pelembap tangan.

    6. Alergi
    Kulit tangan mengelupas bisa terjadi jika Anda menderita alergi dan terpapar dengan zat penyebab alergi. Contohnya, alergi terhadap logam tertentu (seperti nikel) bisa menyebabkan kulit tangan mengelupas saat Anda mengenakan perhiasan cincin yang terbuat dari bahan logam tersebut.

    Ketika mengalami alergi, gejalanya bisa didahulu dengan ruam, gatal-gatal, dan muncul luka melepuh yang kemudian mengelupas. Alergi terhadap bahan lateks juga bisa membuat kulit tangan mengelupas setelah Anda menggunakan sarung tangan dari bahan tersebut. Jalan terbaik untuk mencegah alergi adalah dengan mengenali zat-zat apa saja yang bisa menimbulkan alergi (alergen), dan menghindari kontak dengan zat-zat tersebut.

    7. Eksim di tangan
    Eksim muncul dengan gejala kulit kemerahan, pecah-pecah, gatal, dan mengelupas. Eksim yang menyebabkan kulit tangan mengelupas bisa diakibatkan oleh reaksi alergi atau memang karena penyakit keturunan.  Atasi eksim di tangan dengan mengoleskan pelembap tangan sesering mungkin. Selalu cuci tangan menggunakan air dingin dan sabun yang ringan. Jika eksim muncul sebagai reaksi alergi, hindari bahan-bahan yang menjadi penyebab alergi tersebut.

    8. Psoriasis

    Kulit tangan mengelupas bisa jadi merupakan gejala psoriasis. Penyakit ini termasuk peradangan kronis pada kulit yang menyebabkan kulit bersisik, pecah-pecah, dan timbul lesi lainnya. Untuk mengatasi psoriasis, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan seperti asam salisilat dan kortikosteroid.

    Jika memang memiliki penyakit psoriasis, Anda bisa meneruskan pengobatan yang sudah ada dari dokter. Namun bila gangguan kulit ini belum pernah terjadi sebelumnya, konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis yang tepat. 

    9. Eksfoliative keratolysis 
    Penyakit eksfoliative keratolysis juga bisa menyebabkan kulit tangan mengelupas. Kondisi ini biasanya didahului dengan timbulnya lepuhan-lepuhan yang kemudian mengelupas. Kulit akan tampak kemerahan, kering, dan pecah-pecah. Cara mengatasi eksfoliative keratolysis ringan bisa dengan penggunaan pelembap. Tapi untuk kondisi yang lebih berat, perlu konsultasi dengan dokter untuk resep obat yang sesuai. 

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.