Pemicu Sleep Paralysis Bukan Mahluk Halus, Tapi 5 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

    Ilustrasi tidur. Unsplash.com/Kinga Cichewicz

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa orang mungkin pernah mengalami ketika tidur malam hari, tiba-tiba Anda merasa tidak bisa menggerakkan tubuh saat ingin bangun. Kondisi bukan karena makhluk halus tapi gangguan tidur sleep paralysis. 

    Sleep paralysis diindikasikan dengan adanya kelumpuhan atau paralisis saat tidur. Paralisis adalah hilangnya fungsi otot tubuh yang menyebabkan penderita sleep paralysis tidak mampu bergerak saat akan tidur atau menjelang bangun.

    Gangguan tidur sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidur terjadi pada tahapan tidur REM. Tahapan tidur REM atau tahapan tidur rapid eye movement dikenal sebagai tahapan tidur saat seseorang mulai bermimpi. Saat tahapan tidur REM, otot-otot tubuh tidak bisa digerakkan, kecuali otot mata dan otot untuk pernapasan. Hal ini agar saat bermimpi, Anda tidak bergerak dan berpotensi melukai diri sendiri.

    Sleep paralysis adalah fenomena yang terjadi saat otak terbangun dan menjadi sadar saat tahapan tidur REM, sementara tubuh masih belum bisa digerakkan. Penderita leep paralysis dapat mengalami halusinasi karena kesadarannya tercampur antara mimpi dan realita. Ketidakmampuan tubuh untuk bergerak dan halusinasi yang terjadi membuat gangguan tidur sleep paralysis sering dikaitkan dengan ketindihan saat tidur oleh makhluk halus.

    Penyebab sleep paralysis atau kelumpuhan tidur dapat dijelaskan secara ilmiah dan sama sekali tidak berhubungan dengan ketindihan makhluk halus. Tetapi ada  beberapa spekulasi dari pemicu gangguan tidur tersebut.

    Beberapa kemungkinan penyebab sleep paralysis.

    1. Posisi tidur
    Posisi tidur sekilas terlihat sepele tetapi sebenarnya dapat memicu  sleep paralysis . Sebagian besar kemunculan sleep paralysis terjadi saat penderita tidur terlentang. Meskipun demikian, posisi tidur tengkurap dan menyamping juga ditemukan dapat menjadi penyebab sleep paralysis atau kelumpuhan tidur.

    2. Gangguan tidur lainnya
    Penyebab tidak bisa tidur akibat sleep paralysis juga dapat diakibatkan oleh gangguan tidur lainnya yang mengganggu tahapan tidur REM. Saat tahapan tidur REM terganggu, kelumpuhan tidur dapat terjadi. Gangguan tidur lain yang bisa menjadi penyebab sleep paralysis adalah narkolepsi dan obstructive sleep apnea. Kedua gangguan tidur ini tidak hanya dapat menjadi penyebab tidak bisa tidur, tetapi juga berkontribusi menjadi penyebab sleep paralysis.

    Bila Anda memiliki gangguan tidur di atas, konsultasikanlah dengan dokter untuk diberikan penanganan yang tepat. Gejala obstructive sleep apnea akan terlihat dari adanya suara dengkuran dan sering terbangun untuk buang air kecil. Sementara gejala narkolepsi diindikasikan dengan adanya halusinasi, rasa kantuk yang berlebih saat pagi dan siang hari, serta katapleksi atau hilangnya kekuatan otot. Jika Anda memiliki gejala obstructive sleep apnea atau narkolepsi, periksakan ke dokter.

    3. Pola tidur
    Pola tidur yang tidak teratur atau waktu tidur yang kurang dapat menjadi pemicu gangguan tidur sleep paralysis. Pola tidur yang tidak teratur bisa dikarenakan jet lag ataupun karena pergantian shift kerja dari siang ke malam hari, dan sebagainya. Sleep paralysis adalah gangguan tidur yang dapat dipicu karena kurang tidur atau kurang istirahat, misalnya karena insomnia.

    4. Gangguan psikologis 
    Gangguan psikologis umumnya dapat menjadi penyebab tidak bisa tidur, tetapi jangan salah, gangguan psikologis juga bisa menjadi salah satu penyebab sleep paralysis. Beberapa gangguan psikologis yang merupakan penyebab sleep paralysis adalah depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan, serta penyalahgunaan alkohol dan narkotika. Terkadang kelumpuhan tidur juga bisa dipicu karena stres secara umum.

    5. Genetik
    Sebenarnya, penyebab sleep paralysis dari segi genetik belum diketahui secara jelas, tetapi beberapa orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita gangguan tidur sleep paralysis juga mengalami gangguan tidur tersebut.

     

    Gangguan tidur sleep paralysis mampu menjadi penyebab tidak bisa tidur dan membuat penderitanya gelisah serta takut untuk beristirahat. Namun, hal ini tidak berarti bahwa gangguan tidur sleep paralysis tidak bisa diatasi.

    Bila Anda terbangun di malam hari dan mengalami sleep paralysis, jangan panik dan coba tenangkan pikiran Anda. Pahami bahwa sleep paralysis adalah suatu gangguan tidur yang tidak berkaitan dengan hal mistis dan apapun yang dilihat dan dirasakan tidaklah nyata.

    Ingatkan diri Anda bahwa kelumpuhan tidur yang dialami bersifat sementara dan akan segera berakhir setelah beberapa menit. Anda harus memiliki kontrol atas situasi yang dialami dan jangan merasa ketakutan ataupun panik.

    Anda bisa mengalihkan pikiran dengan menganggap bahwa Anda adalah aktor yang sedang berperan di film horor atau Anda bisa mencoba tidur kembali dengan kesadaran bahwa sleep paralysis adalah suatu gangguan tidur yang akan segera berakhir. Selanjutnya, Anda bisa mencegah kemunculan sleep paralysis dengan tidur secukupnya, mengatasi stres yang dialami, serta mencoba mengganti posisi tidur.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.