5 Alasan Salah Buru-buru Menikah, Termasuk karena Usia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan single yang hidup di Indonesia serbasalah. Jika pada usia tertentu masih melajang, jangan heran jika ditanya kapan menikah. Meski kadang dilontarkan dengan nada bercanda, pertanyaan ini bisa membuat orang merasa tidak nyaman.

    Ketidaknyamanan seperti itu kadang-kadang membuat orang terpaksa buru-buru menikah, padahal jelas itu bukan alasan yang tepat. Sebab, menikah adalah ikatan seumur hidup yang harus dijalani dengan rasa senang, tanpa tekanan.  

    Selain tekanan lingkungan, berikut beberapa alasan yang tidak tepat untuk menikah, seperti dikutip dari Times of India.

    1. Menikah untuk mengatasi patah hati

    Ada lo orang yang menikah karena patah hati. Menikah dianggap sebagai pelarian untuk melupakan masa lalu. Jadi, dia menganggap pernikahan seperti pusat rehabilitasi patah hati. Jangan pernah lakukan hal ini.

    2. Karena anak tertua

    Dalam budaya Indonesia, ada mitos yang mengharuskan anak yang lebih  tua harus menikah terlebih dahulu, apalagi jika Anda perempuan. Jadi, ada orang yang dipaksa menikah hanya karena adiknya ingin menikah.

    3. Tekanan teman sebaya

    Teman-teman Anda sudah menikah dan punya anak? Kadang-kadang itu menjadi tekanan untuk menikah. Tapi jangan pernah melakukan itu. Hal perlu dilakukan adalah mencari teman-teman baru yang tidak membuat Anda tertekan, bukannya mengikuti jejak teman-teman yang sudah menikah hanya karena terpaksa.

    4. Karena usia

    Sering kali usia menjadi alasan orang untuk segera menikah. Jam biologis Anda memang terus berjalan, ovarium berkurang. Tapi itu bukan alasan yang tepat untuk segera menikah dengan orang yang tidak cocok dengan Anda. Pepatah mengatakan, biar lambat asal selamat. Jadi, lebih baik bersabar daripada berisiko besar.

    5. Untuk keamanan finansial atau status sosial

    Percaya atau tidak, ada orang yang menganggap pernikahan sebagai pilihan untuk meningkatkan status sosial mereka. Jika Anda menikah untuk keamanan finansial, Anda harus bersiap dengan kenyataan bahwa uang tidak dapat membeli kebahagiaan.

    Jadi, sebelum menikah, pastikan alasan Anda bukan salah satu dari lima itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.