Desainer Sonya Morina Bawa Ragam Motif Nusantara ke Republik Ceko

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desainer Sonya Morina (Instagram @sonyamarina)

    Desainer Sonya Morina (Instagram @sonyamarina)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sonya Morina memamerkan sejumlah koleksinya di 54th International Fashion Fair – STYL di Kota Brno, Republik Ceko, pada 24-26 Agustus. Desainer asal Bandung ini bekerja sama dengan Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Praha.

    Menurut Sonya, koleksi yang dibawa ke Ceko mencampurkan beragam pola dan motif Nusantara yang mencerminkan kemegahan dan kemewahan budaya Indonesia. “Koleksi dilukis halus di setiap helai kain menggunakan teknik lukis dan airbrush," kata Sonya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

    Sejumlah karya yang diboyong Sonya di antaranya diambil dari koleksi Dvipantara dan Aamani yang memiliki keunikan berupa lukisan di atas kain sutra yang bermotif khas flora atau motif Indonesia.

    Karya-karya Sonya dikerjakan secara detil tanpa bantuan mesin (handmade) sehingga membutuhkan waktu pengerjaan mulai dari satu minggu hingga satu bulan untuk selembar kain.

    "Semakin lama kamu melakukan sesuatu, semakin bagus hasilnya. Seperti tenun ikat bisa diubah cantik menjadi lukisan berwajah tenun di atas sutera yang bisa dipakai sebagai ready to wear," kata Sonya.

    Selain Sonya, KBRI Praha juga menggandeng berbagai produk fesyen lain asal Bandung yakni Tesmak, kacamata unik berbingkai kayu besutan Vicky Mono yang juga vokalis grup Burgerkill.

    Dua produk pakaian Tanah Air yang juga menemani karya Sonya Morina dan Tesmak dalam salah satu pameran industri busana bisnis dan komersial terbesar di Eropa itu adalah "League" dan "Ardiles".

    Pameran diselenggarakan berdampingan dengan pameran produk kulit “54th International Footwear and Leatherware Fair – KABO”.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.