6 Alasan Anda Mudah Bosan Menjalani Hubungan dengan Pasangan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan jenuh. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada tititk tertentu Anda bisa saja bosan menjalani hubungan dengan pasangan. Itu hal wajar. Setelah melewati masa “bulan madu” yang menggebu-gebu, Anda akan memasuki tahap nyaman sehingga tidak semenarik dulu. Namun, rasa bosan bisa menjadi masalah jika berlangsung terus-menerus. 

    Terapis pasangan Gottman bersertifikat dan direktur klinis A Better Life Therapy, Elizabeth Earnshaw, mengatakan bahwa rasa jenuh dalam suatu hubungan mungkin merupakan pertanda bahwa pasangan tidak cocok untuk Anda.

    "Namun, memiliki pola bosan dalam hubungan berulang-ulang mungkin merupakan tanda bahwa Anda memiliki gaya keterikatan yang tidak aman,” kata dia seperti dilansir dari Bustle, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Gaya keterikatan ini berkembang sejak kecil, berdasarkan cara orang tua atau pengasuh berinteraksi dengan Anda. Orang tua yang tidak selalu ada di sisi Anda, atau tidak konsisten dengan kasih sayang yang diberikan, akan membuat Anda tumbuh dengan keterikatan yang tidak aman. Orang sering menyebutnya dengan fobia komitmen.

    Dilansir dari Bustle, berikut beberapa penyebab Anda mudah bosan dalam menjalani hubungan.

    1. Terbiasa dengan drama

    Orang yang terbiasa dengan kekacauan yang penuh drama bisanya tidak nyaman dalam menjalani hubungan yang nyaman. Alih-alih merasa tenang karena menjalani hubungan yang sehat, Anda lebih cenderung menganggapnya membosankan. "Jika ini adalah pola yang mengganggu dalam hidup Anda, belajar mengidentifikasi gaya keterikatan Anda dan berusaha untuk merasa nyaman," kata Elizabeth.

    2. Keterampilan komunikasi yang kurang

    Komunikasi yang baik adalah bagian penting dari hubungan apa pun. Bobbi Palmer, pakar hubungan dan pendiri Date Like a Grownup, seseorang yang berusaha membangun hubungan jangka panjang akan terbuka dan berdiskusi dengan pasangan mereka terkait dengan latar belakang masing-masing, kebutuhan, dan impian masa depan. 

    "Bagian dari menjadi pandai komunikasi adalah menjadi pendengar yang baik. Jika Anda tidak berlatih mendengarkan aktif untuk benar-benar memahami pasangan Anda, sulit untuk menjadikan hubungan lebih dalam,” kata dia.

    3. Harapan yang tidak realistis

    Sebagian besar hubungan sangat bagus di awal. Tetapi mempertahankan hubungan yang baik dalam jangka panjang membutuhkan kerja keras. Jika mencari pasangan yang sempurna untuk membuat semua impian romantis menjadi kenyataan, Anda akan kecewa lalu kehilangan minat "Kenyataannya adalah bahwa hubungan yang sehat, dewasa, dan saling memuaskan harus memberi dan menerima yang sama," kata Palmer.

    4. Pasangan bukan tipe Anda

    Rasa bosan bisa muncul jika pasangan bukan tipe Anda. Paul Bashea Williams, spesialis hubungan dan pemilik Konseling Hearts In Mind, mengatakan salah satu cara untuk mencari tahu ini adalah menuliskan apa yang Anda sukai tentang hubungan Anda sebelumnya dan apa yang tidak Anda sukai.

    Luangkan waktu untuk benar-benar menyelami masing-masing pasangan di masa lalu Anda dan perasaan Anda tentang mereka. Jika Anda memperhatikan bahwa mereka memiliki sifat yang serupa, Anda mungkin ingin mencoba tipe yang lain.

    5. Anda berpikir tahu segalanya tentang pasangan

    Tom Ella, pakar kencan, mengatakan kadang-kadang orang merasa tahu segalanya tentang pasangan sehingga merasa tidak ada kejutan lagi. "Anda sudah mendengar semua kisah mereka sebelumnya, Anda tahu semua gerakan favorit mereka, dan akhirnya tidak ada lagi yang bisa dinanti lagi. Tapi itu tidak benar."

    Orang berubah sepanjang waktu, dan kadang-kadang tidak drastis sehingga tidak disadari. Jadi, selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan tentang pasangan Anda, tidak peduli berapa lama Anda bersama. “Anda harus melihatnya sebagai manusia baru, bukan 'hanya' pasangan yang telah Anda  saksikan ribuan kali."

    6. Tidak siap menjalani hubungan serius

    Jika tidak siap untuk membuat komitmen dengan seseorang, Anda akan merasa tidak nyaman begitu segala sesuatu mulai menjadi serius. "Konflik sekecil apa pun, misalnya pasangan tidak melakukan hal yang diminta, atau sekadar membicarakan komitmen jangka panjang dapat membuat mereka melarikan diri," kata Palmer.

    Sekali lagi, kebosanan dalam suatu hubungan adalah normal, tapi seharusnya tidak terjadi sepanjang waktu. Jika ya, langkah pertama adalah mencari tahu mengapa ini terjadi. Setelah Anda mengetahui alasannya, Anda dapat melakukan penyesuaian. Jangan biarkan kebosanan mencegah Anda memiliki hubungan yang sehat dan bahagia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.