Cegah Asam Lambung Naik dengan 5 Kebiasaan Ini

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

    Ilustrasi wanita memegang perut. Pixabay.com/Natasya Gepp

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat asam lambung naik tentu mengganggu aktivitas. Untuk meredakannya, Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan. Namun ada lima cara menurunkan asam lambung tanpa obat yang bisa Anda coba sendiri. 

    Beberapa tips menurunkan asam lambung ini sebenarnya komitmen untuk mengubah gaya hidup. Hanya dengan mengubah kebiasaan sehari-hari hingga memperbaiki cara tidur bisa jadi cara menurunkan asam lambung secara alami. 

    Nah, bagi Anda yang kerap mengalami asam lambung naik, periksa kembali pola aktivitas yang sering memancing terjadinya hal ini. Kemudian Anda bisa menyesuaikan dengan gaya hidup lebih baik. 

    Berikut ini beberapa tips untuk menurunkan asam lambung yang naik. 

    1. Jangan makan berlebihan
    Makanan masuk ke lambung melalui kerongkongan. Di ujung bawah kerongkongan tersebut, ada otot berbentuk seperti cincin yang disebut esophageal sphincter. Otot ini berfungsi sebagai katup yang mencegah makanan atau asam di lambung tidak naik kembali ke kerongkongan. Jika terlalu banyak tekanan pada otot ini seperti saat makan berlebihan, maka fungsinya sebagai katup akan terganggu.

    2. Kurangi berat badan
    Pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas, otot diafragma akan mendapat tekanan sehingga otot esophageal sphincter naik, disebut juga dengan hiatus hernia. Dengan mengurangi berat badan atau lemak bisa jadi cara menurunkan asam lambung tanpa obat.

    3. Batasi konsumsi kopi
    Bagi orang yang hampir setiap hari memulai hari dengan minum kopi, sebaiknya membatasi kebiasaan karena dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung. Meski banyak perdebatan mengenai hal ini, namun kopi terbukti meningkatkan durasi terjadinya kenaikan asam lambung di tiap jeda waktu makan.

    4. Mengunyah permen karet
    Siapa sangka, mengunyah permen karet bisa mengurangi tingkat asam di kerongkongan. Terlebih, jika permen karetnya mengandung bicarbonate. Logikanya adalah ketika seseorang mengunyah permen karet, produksi air liur akan meningkat dan mengencerkan asam di kerongkongan.

    5. Hindari bawang mentah
    Banyak studi yang menunjukkan bahwa mengunyah bawang merah yang masih mentah dapat menimbulkan gas di perut karena kandungan fibernya. Tak hanya itu, bawang merah mentah juga dapat menimbulkan iritasi di kerongkongan. Konsekuensinya, heartburn bisa jadi terasa lebih menyiksa.

    Sebenarnya, naiknya asam lambung adalah hal yang normal. Namun menjadi tidak wajar ketika terjadi begitu sering dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi mereka yang mengalaminya. Normalnya, diafragma dapat menahan agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Sayangnya pada penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)hal ini gagal dilakukan.

    Gejala yang paling umum ketika asam lambung naik adalah heartburn, yaitu rasa nyeri dan terbakar di dada atau tenggorokan. Heartburn biasanya paling terasa seusai makan dan semakin memburuk ketika penderita mencoba duduk maupun berbaring.

    SEHATQ

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.