Bolehkah Anak-anak Menjalani Diet Keto? Ini Penjelasannya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi diet keto (pixabay.com)

    Ilustrasi diet keto (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu diet yang digemari banyak orang adalah diet keto. Bahkan diet ini mulai diperkenalkan pada anak dengan sejumlah kondisi khusus seperti epilepsi dan kanker otak.

    Menurut sebuah studi, para peneliti menemukan, diet keto dapat membantu anak-anak mengurangi frekuensi kejang hingga 50 persen. Lantas, apakah diet ini aman sepenuhnya untuk anak dan remaja? Para ahli kesehatan seperti dilansir Medical Daily mengatakan diet ini bisa untuk anak namun ada masalah yang bisa terjadi.

    Meski begitu, para ilmuwan belum menentukan efek jangka panjang diet keto pada anak-anak. Penting juga untuk mengetahui, makanan biasanya diberikan kepada anak-anak di bawah pengawasan dokter, perawat terdaftar, atau ahli gizi.

    Ilustrasi diet ketogenik. shutterstock.com

    Selain itu, dokter memerlukan konsultasi untuk mengetahui kebutuhan nutrisi anak-anak sebelum memulai diet baru. Hal ini untuk menghindari dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan mereka di kemudian hari.

    Jika diberikan secara tidak tepat, diet keto dapat menyebabkan defisiensi vitamin dan mineral, gangguan pertumbuhan, ketidakseimbangan elektrolit, kadar kolesterol darah tinggi, gula darah rendah dan masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan sembelit, menurut Healthline.

    Diet keto diketahui membatasi banyak makanan. Tetapi pendekatan semacam itu mungkin tidak bekerja dengan baik pada anak-anak karena tubuh mereka masih tumbuh dan berkembang. Mereka membutuhkan nutrisi yang memadai, dan diet ketat, seperti keto, dapat mempengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. Pada anak-anak, diet ini dapat mengembangkan perilaku tidak sehat, seperti gangguan makan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.