Mewarnai Rambut Saat Hamil, Amankah untuk Janin?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil berpikir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat hamil, perempuan selalu merasa khawatir terhadap segala sesuatu yang ia konsumsi atau pakai, termasuk pewarna rambut. Ibu hamil yang ingin mewarnai rambutnya biasanya khawatir tentang bahan kimia yang terkandung di dalam cat rambut seperti amonia dan peroksida. Lantas, apakah mewarnai rambut saat sedang mengandung aman untuk janin?

    Melansir Huffington Post, empat orang dokter mengungkapkan mewarnai rambut ketika tengah hamil bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Dengan catatan, bila sang ibu sering mewarnai rambut secara teratur tanpa masalah, maka ia tidak perlu berhenti ketika sedang hamil. Lebih lanjut lagi, para dokter sepakat bahwa pewarna rambut umumnya tidak bersentuhan dengan kulit kepala dalam waktu yang lama.

    Dengan begitu, pewarna rambut tidak akan menyebabkan kerusakan yang signifikan. "Pewarna rambut yang Anda gunakan sebaiknya tidak bersentuhan dengan kulit Anda cukup lama sehingga menyerap ke dalam aliran darah yang bisa berbahaya bagi pertumbuhan janin," kata Direktur Westside Mount Sinai Dermatology Faculty Practice di New York City dr. Angela Lamb. "Kesimpulan saya adalah pewarna rambut benar-benar baik-baik saja."

    Namun, ibu harus waspada jika memiliki luka terbuka di kulit kepala. Lebih baik tidak mewarnai rambut terlebih dahulu karena bisa meningkatkan penyerapan bahan kimia dari pewarna rambut.

    "Kulit kepala yang sehat dan tidak ada luka seharusnya hanya menyerap sedikit pewarna. Namun, luka atau goresan dapat meningkatkan penyerapan," ujar dokter kulit bersertifikat di Union Square Laser Dermatology di New York dr. Jennifer MacGregor.

    Pada beberapa artikel, ada pula yang merekomendasikan ibu hamil untuk mewarnai rambutnya setelah trimester pertama. "Ibu hamil bisa menunggu mewarnai rambut sampai lewat trimester pertama," kata Cynthia Gyamfi-Bannerman, pakar kebidanan dan ginekologi di Pusat Medis Universitas Columbia. "Tetapi sebenarnya tidak ada konsensus dari para ahli untuk melakukan itu."

    Menurut para hali tersebut, belum ada penelitian empiris yang membuktikan mewarnai rambut saat hamil akan menyebabkan kerusakan pada janin. Namun, hal ini sulit dipercaya mengingat tidak ada ibu manapun yang mau membahayakan janinnya.

    Pada kenyataannya memang ada beberapa penelitian yang menghubungkan penggunaan pewarna rambut dengan peningkatan risiko jenis kanker tertentu, tetapi ada juga penelitian yang tidak menemukan hubungan sama sekali.

    "Masalah utama yang mungkin Anda hadapi ketika mewarnai rambut Anda, baik ketika hamil atau tidak, adalah iritasi atau reaksi alergi potensial dari produk yang bersentuhan dengan kulit," kata Dr. Fitzgeraldo Sánchez, Direktur Dermatologi di Maiden Lane Medical di New York.

    Jika Anda bersikukuh ingin mewarnai rambut Anda, alternatif terbaiknya ialah memilih pewarna rambut berbahan organik. Selain itu, alih-alih mewarnai seluruh rambut Anda, cobalah bereksperimen dengan model highlight, frosting, atau streaking untuk menghindari pengaplikasian pewarna langsung ke kulit kepala Anda.

    GALUH PUTRI RIYANTO | HUFFINGTON POST 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.