Minggu, 22 September 2019

Menjajal Senam Kardio Pound Fit di Beauty Fit 'n Fab Run Bandung

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan peserta Beauty Fit 'N Fab Run (BFF Run) berolahraga pound fit di pelataran Gedung Sate Bandung, Minggu, 25 Agustus 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    Ratusan peserta Beauty Fit 'N Fab Run (BFF Run) berolahraga pound fit di pelataran Gedung Sate Bandung, Minggu, 25 Agustus 2019. TEMPO/Anwar Siswadi

    TEMPO.CO, Bandung - Selain lomba lari 5 kilometer, ajang Beauty Fit ‘n Fab Run pada Ahad pagi, 25 Agustus 2019 juga mengadakan kelas kebugaran. Lebih dari seratus orang peserta menjajal olahraga kekinian pound fit. Sama seperti peserta lari, pengikut senam itu di pelataran Gedung Sate pun boleh tampil kece.

    Co-Founder dan Chief Marketing Officer Social Bella Indonesia Chrisanti Indiana mengatakan pihaknya membagi dua kegiatan olahraga bagi para peserta. Saat peserta lomba mulai lari pukul 06.00, peserta kelas bugar bersiap memulai pound fit pukul 06.30.

    Seorang peserta, Mira Monika, mengatakan senam selama 1,5 jam itu melelahkan. “Lebih capek dari lari,” katanya usai kegiatan.

    Peserta senam memakai alat berupa stik drum. Gerakannya pun seperti pemain drum atau perkusi. Kadang memukul ke udara juga ke lantai sambal diiringi musik. “Lagu-lagunya juga nge-hits,” kata Fera, peserta lainnya.

    Menurut journal.sociolla.com, pound fit merupakan tren gerakan kardio baru yang mulai populer khususnya di kalangan wanita masa kini. Olahraga itu pertama kali diperkenalkan oleh dua mantan penabuh drum wanita yaitu Kirsten Potenza dan Cristina Peerenboom asal California, Amerika Serikat.

    Senam itu merupakan latihan fisik dengan memadukan gerakan kardio dan menabuh drum yang menghasilkan irama energik. Kombinasi suara dan gerak yang beraturan dengan menggunakan stik sebagai perantaranya menjadi variasi olahraga yang belum pernah ada sebelumnya.

    Setidaknya ada lima manfaat pound fit, seperti menguatkan otot bagian tengah tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan konsentrasi. Juga meningkatkan kemampuan koordinasi dan kecepatan, serta bisa menjadi terapi fisik. Olahraga ini dinilai penting untuk memperkuat otot dan sendi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.