Desainer Cilik Asal Bandung Ini Siapkan Lini Busana Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanna Aulia Khadijah (Instagram @hanna_khadiija)

    Hanna Aulia Khadijah (Instagram @hanna_khadiija)

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski baru berusia 11 tahun, Hanna Aulia Khadijah mulai merintis karier sebagai desainer. Ia memasuki dunia fashion setelah lulus dari sekolah fashion Islamic Fashion Institute (IFI) di Jakarta.

    "Kelulusan aku juga di IFI dilakukan dengan mengeluarkan koleksiku pada acara Muslim Fashion Week (MUFEST) 2019 lalu, dengan memperagakan empat baju dari koleksi aku," kata dia kepada Antara di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. 

    Hal yang membanggakan, dia dipercaya membuat koleksi busana khusus untuk selebgram sekaligus model asal Rusia, Nataly Osmann. Di koleksi ini, desainer cilik asal Bandung ini akan memasukkan unsur Indonesia. 

    "Untuk koleksi baju untuk Nataly Osmann, Hanna akan memasukkan unsur Indonesia, namun belum bisa dijabarin detailnya sekarang," kata dia kepada Antara di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Dalam waktu dekat, ia juga akan meluncurkan brand fashion terbarunya yang diberi nama "Hanna Wants to Play". Brand ini akan mengusung model pakaian anak-anak, terutama jas alias coat.

    Hanna mengatakan bahwa dia senantiasa mengutamakan teknik jahitan yang rapi dari setiap koleksinya.

    Ia tertarik dengan dunia fesyen sejak berusia tujuh tahun. Kesukaannya itu berawal dari menonton koleksi-koleksi perancang dunia yang sekarang juga menjadi inspirasinya untuk berkarya.

    "Dari kecil memang sudah suka dunia fesyen tapi yang bikin aku tertarik dengan fesyen itu saat Hanna suka menonton fashion show luar negeri kaya Dior dan Chanel maka dari itu Hanna menjadi tertarik dengan dunia fashion," kata Hanna.

    Keponakan Ringgo Agus Rahman ini memutuskan sekolah fesyen pada usia sembilan tahun, keinginan Hanna juga disambut baik oleh orang tuanya. Sejak masuk sekolah fesyen, Hanna semakin jatuh cinta dengan dunia itu.

    "Kalau orang tua sih sangat mendukung keinginan Hanna untuk menjadi desainer, orang tua juga mencarikan sekolah fesyen untuk Hanna dan mengizinkan Hanna jika ada acara di Jakarta," kata dia.

    Meski demikian, kedua orang tuanya tidak ada yang menggeluti dunia fesyen, Hanna juga kadang dibantu oleh kakaknya yang juga senang dengan dunia fesyen.

    "Kadang Kakak juga ikut bantu yang bikin motif terus nanti aku yang bikin pola gitu sih," katanya.

    Ia memiliki impian untuk bisa melanjutkan studi fesyen sampai ke Paris, Prancis, untuk semakin memperdalam ilmu dan juga pengetahuannya mengenai dunia fashion.

    "Rencananya ke depan sih aku ingin belajar fashion ke Paris unutk semakin menambah pengetahuan aku di dunia fesyen," kata juara kedua dalam kompetisi Jabar Ngagaya 2017 ini.

    Pada perayaan Hari Anak Nasional 2019, Hanna juga sempat masuk menjadi nominator sebagai Tokoh Inspiratif Anak Nasional 2019 dalam anugerah KPAI 2019 lalu.

    "Untuk sahabat-sahabatku di luar sana, jangan pernah menyerah untuk mencapai mimpi kalian dan jangan pernah berhenti berusaha untuk menggapainya. Semoga orang tua diluar sana juga bisa mendukung keinginan dan kemauan anak-anaknya untuk menggapi mimpinya," pesan Hanna untuk anak-anak Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.