Hubungan Kenaikan Berat Badan ibu Hamil dengan Jenis Kelamin Bayi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Meski teknologi sudah canggih, masih banyak orang yang menebak jenis kelamin bayi di dalam kandungan berdasarkan pola-pola hamil. Ada yang mengatakan, jika saat hamil hobi makan daging-dagingan maka bayi yang dikandung adalah laki-laki. Ada juga yang menebak berdasarkan bentuk perut, bulat atau lonjong.

    Meski sebagian besar hubungan antara pola kehamilan dengan jenis kelamin bayi adalah mitos, ada beberapa data yang ternyata didukung oleh studi. Salah satunya adalah kenaikan berat badan selama hamil dengan jenis kelamin bayi yang dikandung.

    Dilansir dari Times of India, Selasa, 20 Agustus 2019, sebuah studi yang dimuat di jurnal PLOS One menganalisis data dari hampir 70 juta kelahiran selama 25 tahun. Kesimpulannya, semakin besar peningkatan berat badan saat kehamilan berkorelasi dengan bayi laki-laki.

    Ketika berat badan ibu hamil bertambah sekitar 10 kilogram, sekitar 49 persen melahirkan bayi laki-laki. Kenaikan 20 kilogram meningkatkan kemungkinan melahirkan anak laki-laki sekitar 52,5 persen dari waktu. Dan ketika kenaikan  mencapai 30 kilogram, mereka kemungkinan melahirkan anak laki-laki 54 persen.

    Studi ini tidak mengungkap penyebabnya sesungguhnya, tetapi dokter yang menganalisis data menuliskan bahwa kemungkinan hal ini terjadi karena embrio dan janin laki-laki memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi. Itu sebabnya mereka membutuhkan lebih banyak kalori untuk berkembang dengan baik.

    Terlepas dari kenaikan berat badan yang menunjukkan kemungkinan jenis kelamin bayi, Kongres Dokter Kandungan dan Ginekologi Amerika merekomendasikan kenaikan berat badan 11 - 16 kilogram jika Anda menginginkan bayi yang sehat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.