Kenali Dua Jenis Penyakit Ginjal Berdasarkan Waktu Mengalaminya

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal. webmd.com

    Ilustrasi ginjal. webmd.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada dua jenis penyakit ginjal polikistik yang dibedakan berdasarkan kapan seseorang mengalaminya. Pertama, ginjal polikistik autosomal recessive yang bisa terjadi sejak lahir karena faktor keturunan. Disebut juga dengan infantile polycystic kidney disease, kondisi ini bisa terjadi bahkan sejak bayi masih berada dalam kandungan.

    Sedangkan yang kedua, penyakit ginjal polikistik autosomal dominant yang kerap disebut ginjal polikistik dewasa karena baru disadari ketika seseorang berusia 30-50 tahun. Ketika terjadi penyakit ginjal polikistik, ginjal seseorang akan dipenuhi kista yang berisi cairan. Apabila kista yang tumbuh sudah terlalu banyak, ginjal bisa menjadi rusak. Lama-kelamaan, fungsi ginjal tidak akan maksimal hingga terjadi gagal ginjal.

    Penyakit ini adalah penyebab keempat yang paling sering menyebabkan gagal ginjal. Baik wanita maupun pria sama-sama berpotensi mengalaminya. Karena penyakit ginjal polikistik dipengaruhi oleh keturunan, maka sangat penting untuk menjaga agar kondisi penderitanya tidak memburuk. Apabila seseorang menderita ginjal polikistik karena keturunan dan berencana memiliki keturunan, sebaiknya menjaga betul kesehatan ginjal.

    Berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan ginjal.

    1. Kontrol tekanan darah
    Meski terkesan tidak berkaitan langsung, tekanan darah adalah aspek yang tidak boleh disepelekan bagi penderita ginjal. Lebih jauh lagi, tekanan darah tinggi atau hipertensi yang tidak segera diobati juga berpotensi merusak ginjal. Untuk itu, selalu pastikan tekanan darah pasien selalu dalam kondisi normal. Jika ada pengobatan yang diberikan dokter sesuai dengan diagnosis, konsumsi sesuai dosisnya.

    2. Jaga pola makan
    Bukan sekadar imbauan klise, namun menjaga pola makan adalah hal yang sangat krusial. Bagi penderita ginjal polikistik atau mereka yang mengalami gejala ginjal bermasalah, hindari makanan yang mengandung terlalu banyak garam. Ganti menu makanan tidak sehat dengan asupan buah, sayuran, dan biji-bijian yang melimpah. Cara ini juga otomatis akan membantu mengendalikan tekanan darah.

    3. Berhenti merokok
    Saking pentingnya, berhenti merokok bisa bermanfaat tidak hanya bagi penderita ginjal polikistik saja. Hampir seluruh penderita penyakit tertentu akan diminta untuk berhenti atau setidaknya mengurangi rokok demi kesehatan.

    4. Olahraga
    Pilih jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan tanpa merasa terpaksa. Hal ini penting karena perlu komitmen untuk melakukannya selama setidaknya 30 menit setiap harinya.

    Segera periksakan diri ketika salah satu gejala ginjal bermasalah di atas mulai terasa. Terlebih, bagi mereka yang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan penyakit serupa. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar pula kemungkinan menyelamatkan ginjal dari kerusakan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.