5 Gejala Ginjal Polikistik Selain Masalah Buang Air Kecil

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal. thestatesman.com

    Ilustrasi ginjal. thestatesman.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu gejala ginjal bermasalah yang sifatnya genetik adalah penyakit ginjal poliksitik. Pada penderitanya, ginjal ditumbuhi kista yang menyebabkan ginjal membesar hingga perlahan merusak jaringannya. 

    Beberapa gejala ginjal bermasalah biasanya terlihat dari rasa nyeri di punggung dan kepala. Selain itu, biasanya juga terdeteksi batu ginjalm, air seni berdarah, hingga tekanan darah tinggi yang tidak normal. Bagi seseorang yang ada hubungan darah dengan penderita penyakit ginjal polikistik, ada baiknya segera periksa saat mendeteksi ada gejala ginjal bermasalah pada dirinya.

    Perlu diingat bahwa tidak ada gejala ginjal bermasalah yang sama antara satu orang dan orang lainnya. Bahkan saudara sedarah atau orangtua dan anak pun bisa merasakan gejala ginjal bermasalah yang berbeda.

    Beberapa gejala ginjal bermasalah yang kerap dirasakan penderita ginjal polikistik adalah:

    1. Tekanan darah tinggi
    Setidaknya 50 persen penderita penyakit ginjal polikistik yang berusia 20-34 tahun mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bahkan pada banyak kasus, gejala utama yang dirasakan adalah tekanan darah yang cenderung di atas rata-rata. Biasanya tekanan darah tinggi ini adalah gejala ginjal bermasalah yang paling awal sebelum terjadi masalah lebih kompleks seperti gagal ginjal.

    2. Sakit kepala
    Masih berhubungan dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi, penderitanya bisa merasakan sakit kepala akibat tekanan darah yang tidak normal tersebut. Itu sebabnya sangat penting untuk segera memeriksakan diri apabila sakit kepala terus menerus terjadi dalam jangka waktu lama.

    3. Nyeri punggung belakang
    Tak hanya punggung belakang, gejala ginjal bermasalah lain yang juga tak kalah dominan adalah nyeri di sepanjang kanan kiri tulang belakang. Persisnya adalah di bawah hati dan limpa, tempat ginjal berada. Pada banyak kasus, rasa nyeri ini akan terasa semakin menjadi-jadi ketika buang air kecil.  

    4. Masalah buang air kecil
    Ginjal sangat erat kaitannya dengan urusan buang air karena fungsinya sebagai penyaring darah dari zat dan senyawa asing. Pada penderita ginjal polikistik, buang air kecil bisa terjadi dalam frekuensi yang sangat sering. Selain itu, ketika penyakit ini sudah semakin parah, bisa terdeteksi darah di air seni penderitanya. Jika gejalanya memburuk, ada kemungkinan penderitanya mengalami batu ginjal.

    5. Jantung berdebar-debar 
    Setidaknya 25 persen penderita penyakit ginjal polikistik merasakan jantung berdebar-debar. Bahkan, bukan tidak mungkin akan muncul rasa nyeri di dada. Mengingat gejala ginjal bermasalah ini bisa hilang dengan sendirinya, ada baiknya untuk tidak menyepelekannya.

    6. Perut membesar
    Saat kista yang ada dalam ginjal bertumbuh semakin banyak, maka ginjal akan mengalami pembengkakan. Ketika hal ini terus menerus terjadi, maka perut atau abdomen juga akan membesar. Penderitanya akan kerap merasa begah atau kembung.

    Sementara pada bayi yang menderita penyakit ginjal polikistik, ada beberapa gejala ginjal bermasalah lain yang bisa dideteksi sejak dini, seperti perut membesar, tekanan darah tinggi, masalah pernapasan, memuntahkan susu (ASI/formula) setiap kali selesai makan, dan masalah pada pertumbuhan bayi, terutama di wajah dan lengan.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.