Minggu, 22 September 2019

Anak Perempuan Lebih Rentan Terpapar Dampak Buruk Media Sosial

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    Sulitnya Melakukan Komunikasi dengan Anak Praremaja (Depositphotos)/Tabloid Bintang

    TEMPO.CO, Jakarta - Penggunaan media sosial di kalangan remaja dapat mempengaruhi kesehatan mental mereka. Sebab, media sosial membuat remaja kurang tidur, aktivitas fisik menurun, dan meningkatkan paparan terhadap perundungan dan konten berbahaya.

    "Hasil penelitian memperlihatkan bahwa media sosial tidak berbahaya, tetapi penggunaannya yang sering akan mengganggu kegiatan yang baik untuk kesehatan mental seperti tidur dan berolahraga," kata Russel Viner, penulis studi dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health.

    Penelitian itu juga mengungkap bahwa remaja perempuan ditemukan lebih terpapar dampak buruk media sosial, dibandingkan anak laki-laki. Tekanan psikologis yang dialami anak perempuan disebut lebih berat karena kualitas tidur yang buruk dan perundungan siber. Semakin lama mereka menghabiskan waktu untuk media sosial, makin besar pula kesulitan yang dialami.

    Kesimpulan studi itu didapat setelah peneliti menganalisis data dari hampir 10.000 anak berusia 13-16 tahun di Inggris.

    Tim peneliti mewawancarai mereka sejak 2014 hingga 2015, dan bertanya tentang kepuasan hidup, kebahagiaan, kegelisahan, dan media sosial mereka termasuk Facebook, Instagram, WhatsApp, Twitter, dan Snapchat.

    Studi itu menyarankan kepada orang tua dan penyedia layanan kesehatan fokus pada strategi untuk mengatasi perundungan siber, meningkatkan kualitas tidur, dan mendorong mereka aktif secara fisik.

    Perubahan tersebut, menurut Bob Patton seorang dosen psikologi klinis di University Surrey, dapat membantu mengurangi dampak fisik dan psikologis dari media sosial, demikian seperti dilansir Medical Daily.

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.