Cara Menghentikan Kebiasaan Insta Stalking Akun Mantan Pacar

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menggunakan Instagram. Pixabay.com

    Ilustrasi wanita menggunakan Instagram. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi beberapa orang setelah putus cinta, kadang ada rasa ingin mengetahui kabar sang mantan pacar. Di zaman serba digital ini, biasanya rasa penasaran itu dilakukan dengan Insta-stalking, alias memantau akun Instagram mantan pacar. Dari laman Instagram-nya kita dapat mengetahui kegiatan yang sedang dilakukannya atau bahkan siapa wanita berikutnya yang sedang dekat dengannya.

    Kadang terasa seperti kebutuhan yang nyata, untuk menonton kisah sahabat mereka, membaca setiap foto yang telah mereka tandai, hanya untuk mengenang tentang waktu bersama dulu. Tapi bagaimana Anda berhenti terobsesi dengan mantan pacar dan begitu melekat pada media sosial mereka?

    "Sangat sulit untuk menghentikan cyberstalking mantan, karena saat membenci seseorang, ada yang menerangi bagian otak Anda sama persis seperti jatuh cinta - putamen," Kelsey Torgerson Dunn, MSW, LCSW, spesialis kecemasan dan pemilik Coompassionate Counseling St. Louis, kepada laman Bustle. "Itu benar. Ada yang namanya naksir kebencian."

    Sebuah studi di University College London menemukan bahwa sirkuit kebencian mencakup dua bagian otak yang ditemukan di sub-korteks: putamen dan insula, kata Torgerson. Putamen adalah bagian dari otak yang sudah diketahui para ilmuwan terkait dengan penghinaan dan kejijikan, dan mungkin juga terlibat dalam sistem motorik, yang merupakan bagian dari otak yang mengendalikan gerakan atau tindakan.

    Insula telah terbukti terlibat dalam respons terhadap rangsangan yang menekan, kata Torgerson. "Bagian yang mengejutkan adalah bahwa menurut neurobiolog dan kepala peneliti Profesor Semir Zeki, 'jaringan melibatkan daerah putamen dan insula yang hampir identik dengan yang diaktifkan oleh gairah, romantik, cinta.'"

    Dengan demikian, katanya, mengikuti seseorang yang mungkin Anda miliki perasaan negatif atau intens, seperti mantan pacar, menjadi perilaku yang membentuk kebiasaan luar biasa pada tingkat neurologis. Selain itu, semakin sering Anda memilih perilaku ini, semakin banyak sifat kedua itu. Jika Anda melihat diri Anda mengklik Instagram mantan kapan saja Anda diingatkan tentang mereka, itu akan menjadi kebiasaan.

    "Kebiasaan sulit dihilangkan," kata Torgerson, "terutama jika kebiasaan itu memperkuat perasaan Anda dengan cara tertentu." Bahkan jika mereka tidak bahagia, ada perasaan yang membebaskan. "Jika Anda berharap dapat berhenti terlibat dalam perilaku ini, dan Anda tidak melakukannya, seringkali Anda akan merasa lebih buruk tentang diri sendiri dan apa yang Anda lakukan," tambah Torgerson.

    Insta-stalking merusak kemampuan Anda untuk bergerak maju dan membuat Anda tetap fokus pada hubungan masa lalu, daripada bersikap terbuka terhadap hubungan baru, romantis atau lainnya. Hal ini juga dapat berdampak buruk pada citra diri Anda, karena Insta-stalking biasanya didasarkan pada membandingkan diri Anda dengan apa yang Anda lihat.

    "Jika Anda merasa terpicu untuk melakukannya, kenali bahwa ini adalah dorongan yang sangat normal dan dapat dipahami," kata Torgerson. "Tetapi mundur selangkah dan cari tahu pikiran atau perasaan apa yang memotivasi perilaku itu. Kemudian cari tahu apakah Anda ingin mendengarkan pikiran-pikiran itu dan periksa media sosial mereka, atau, jika Anda lebih suka melakukan atau mengatakan sesuatu yang lain pada diri Anda sendiri."

    Mulai berhenti mengikuti Instagram mantan dengan menciptakan perilaku pengganti sebagai gantinya, kata Torgerson. Dia menyarankan bahwa ketika Anda mendapatkan keinginan untuk memeriksa Instagram mereka, Anda bisa berjalan kaki lima menit sebagai gantinya. Dan jika hal itu  tidak berhasil, teruslah mencoba yang baru. "Semakin Anda memilih perilaku pengganti, semakin kuat keinginan Anda," kata Torgerson. "Kamu melatih otakmu kembali."

    Sementara, ahli hubungan dan mak comblang profesional Channa Bromley mengatakan berhenti sejenak dari media sosial secara umum juga merupakan ide yang sangat bagus, seperti juga menolak pertemanan dan memblokir akun mantan pacar. Selain itu, singkirkan apa pun yang mengingatkan Anda tentang mereka, serta memutuskan hubungan dengan mereka sepenuhnya, adalah cara lain untuk menciptakan jarak yang diperlukan. "Jangkau teman-teman dan keluarga untuk dukungan, tetap aktif dan sosial," kata Bromley.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.