Badan Kurus Meski Tak Sedang Diet, Ini 7 Penyebabnya

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

Ilustrasi berat badan. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang ingin menurunkan berat badan. Namun ada juga yang merasa kurus dan justru kesulitan menaikkan berat badan meski mengaku sudah makan banyak.

Untuk menentukan tubuh Anda termasuk kurus atau tidak, ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Misalnya dengan menggunakan indeks masa tubuh (IMT), yaitu membandingkan berat badan dengan tinggi badan. Jika nilai indeks masa tubuh di bawah 18,5 maka tergolong berat badan kurang. Selain itu, cek pula kondisi-kondisi yang mungkin jadi penyebab badan kurus dan sulit mencapai berat badan ideal. 

Kondisi kekurangan berat badan bisa disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari penyakit, gaya hidup, faktor psikologis atau faktor genetik. Berikut ini beberapa hal yang biasanya menjadi penyebab badan kurus.

1. Hipertiroid
Tiroid adalah kelenjar yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon tiroid diproduksi dalam jumlah normal, metabolisme akan berjalan lancar. Kelenjar tiroid bisa menjadi terlalu aktif sehingga memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Kondisi ini disebut hipertiroid. Salah satu gejalanya adalah penurunan berat badan yang signifikan walaupun penderitanya banyak makan. 

Hipertiroid sebagai penyebab badan kurus biasanya juga disertai gejala-gejala lain, seperti keringat yang berlebihan, kenaikan suhu tubuh, dan jantung berdetak lebih kencang walau tidak sedang melakukan aktivitas fisik berat.

2. Tuberkulosis
Saat ini, Indonesia menjadi negara dengan angka penderita tuberkulosis (TB) nomor tiga terbanyak di dunia. TB adalah salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab badan kurus secara berlebihan. Gejala penyakit yang juga dikenal dengan singatan TBC ini bisa berupa penurunan berat badan secara cepat, batuk-batuk berkepanjangan, berkeringat di malam hari, cepat lelah, dan lesu.

3. Faktor genetik
Ada orang-orang yang memiliki IMT rendah karena memang demikianlah ciri fisik dari kebanyakan anggota keluarganya. Secara alami, mereka memiliki bentuk tubuh kurus, atau mempunyai metabolisme yang tinggi karena keturunan, sehingga tetap saja bertubuh kurus meski asupan gizinya cukup dan porsi makannya banyak.

4. Diabetes
Meskipun banyak penderita diabetes yang obesitas atau kelebihan berat badan, ternyata penyakit ini juga bisa menyebabkan penurunan berat badan yang berlebihan. Sebagai akibatnya, pengidapnya akan berbadan kurus. Gejala diabetes yang harus diwaspadai adalah mudah lapar, mudah haus dan sering buang air kecil.

5. Gangguan pada sistem pencernaan
Beberapa penyakit yang menyerang sistem pencernaan bisa mengakibatkan tubuh yang tidak dapat menyerap gizi dengan baik meski asupan gizi dari makanan sudah cukup. Karena itu, pengidap penyakit pencernaan jadi bertubuh kurus.  Crohn’s disease dan celiac disease merupakan dua contoh gangguan pencernaan tersebut.

6. Gaya hidup
Faktor gaya hidup bisa mencakup pola makan dan pola aktivitas. Orang-orang yang pola makan yang kurang seimbang, mungkin saja mengalami kurang gizi hingga badannya kurus. Demikian juga pada orang yang terlalu banyak melakukan olahraga kardio dengan intensitas tinggi. Mereka bisa membakar terlalu banyak kalori dalam tubuhnya, sehingga jumlahnya tidak terkejar oleh kalori yang masuk lewat asupan makanan.

7. Gangguan psikologis
Stres berat dan depresi yang berkepanjangan seringkali membuat pengidapnya kehilangan nafsu makan. Kondisi ini kemudian membuat badan penderita menjadi kurus. Beberapa obat antidepresan juga memiliki efek samping menekan nafsu makan atau memicu gangguan pencernaan, sehingga timbangan penderita pun bisa turun. 

SEHATQ






Mau Berat Badan Turun? Catat 5 Minuman Sehat yang Membakar Lemak

2 jam lalu

Mau Berat Badan Turun? Catat 5 Minuman Sehat yang Membakar Lemak

Biasanya, diet pangkas berat badan, berfokus untuk melakukan banyak bergerak dan memikirkan kembali asupan makanan dan minuman untuk makanan lain.


Dua Minuman yang Tidak Disarankan saat Diet, Bisa Bikin Berat Badan Naik

4 jam lalu

Dua Minuman yang Tidak Disarankan saat Diet, Bisa Bikin Berat Badan Naik

Bahkan minuman yang kesannya sehat bisa menyebabkan penambahan berat badan.


Perhatian, Kebutuhan Protein Harian Setiap Orang Berbeda

1 hari lalu

Perhatian, Kebutuhan Protein Harian Setiap Orang Berbeda

Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda, tergantung pada banyak faktor seperti berat badan, berapa banyak otot yang dimiliki.


4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

4 hari lalu

4 Risiko Intermittent Fasting yang Dialami Wanita

Ada beberapa alasan intermittent fasting mungkin bukan yang terbaik untuk wanita


Cerita Bryce Dallas Howard Diminta Menurunkan Berat Badan untuk Jurassic World Dominion

4 hari lalu

Cerita Bryce Dallas Howard Diminta Menurunkan Berat Badan untuk Jurassic World Dominion

Bryce Dallas Howard mengatakan bahwa tubuhnya dapat melakukan beragam aksi


Peneliti Sebut Kaitan Protein dan Penurunan Berat Badan?

4 hari lalu

Peneliti Sebut Kaitan Protein dan Penurunan Berat Badan?

Diet tinggi protein selain dapat membantu kenyang lebih lama juga menciptakan massa otot tanpa lemak dan mempertahankan penurunan berat badan.


Penyebab Hernia, Apakah hanya Tersebab Mengangkat Beban Berat?

6 hari lalu

Penyebab Hernia, Apakah hanya Tersebab Mengangkat Beban Berat?

Hernia atau turun berok benjolan yang muncul akibat tonjolan organ dalam tubuh melalui jaringan ikat di sekitarnya yang melemah


Cari Tahu Ciri Pembesaran Prostat Jinak, Ini 6 Penyebabnya

6 hari lalu

Cari Tahu Ciri Pembesaran Prostat Jinak, Ini 6 Penyebabnya

Gejala utama dari pembesaran prostat jinak adalah gangguan berkemih, selain itu apa lagi?


Manfaat Konsumsi Udang untuk Ibu Hamil dan Cegah Rambut Rontok

6 hari lalu

Manfaat Konsumsi Udang untuk Ibu Hamil dan Cegah Rambut Rontok

Udang adalah salah satu seafood yang simpan banyak manfaat, antara lain baik untuk ibu hamil, mengontrol berat badan hingga mencegah rambut rontok.


Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

7 hari lalu

Inilah 5 Manfaat Teh Matcha bagi Kesehatan

Teh matcha, yang memiliki kandungan kafein dan antioksidan lebih banyak daripada teh hijau, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Apa saja?