Selain Bakteri, Ini Alasan Anda Harus Rajin Bersihkan Kuas Makeup

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kuas makeup. shutterstock.com

    Ilustrasi kuas makeup. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Berapa lama Anda membersihkan kuas makeup? Kebanyakan orang merasa membersihkan kuas makeup tidak penting. Padahal, itu sama pentingnya dengan merawat kulit secara teratur. Produk makeup yang menumpuk pada kuas bisa menimbulkan masalah, terutama jadi tempat bersarangnya bakteri.

    Menurut pakar kulit dan makeup artist, Anda sebaiknya membersihkan kuas makeup seminggu sekali jika menggunakannya secara teratur. Berikut beberapa alasan yang harus Anda ketahui.

    Bakteri mengendap pada kuas

    Kuas yang jarang dicuci akan kotor dan ini memudahkan bakteri berkembang biak. Ketika digunakan, bakteri itu akan berpindah ke kulit dan menyebabkan masalah jerawat yang serius.

    Selain ke wajah, bakteri juga bisa berpindah ke produk makeup. Ketika produk terkontaminasi bakteri makan akan lebih cepat rusak. Selain itu, menggunakan produk yang telah terkontaminasi juga bisa menyebabkan ruam atau jerawat.

    Aplikasi makeup lebih baik

    Aplikasi makeup akan terlihat bagus jika merata, tidak ada bagian yang menumpuk. Namun, pada sikat yang jarang dicuci akan banyak tumpukan produk makeup sehingga ketika digunakan kembali hasilnya tidak maksimal.

    "Jika kuas Anda kotor, aplikasi makeup Anda akan berbintik-bintik dan sulit menyatu,” kata makeup artist yang banyak menangani model papan atas dunia, Ashleigh Ciucci.

    Hemat

    Merawat kuas makeup dan membersihkannya secara teratur akan memperpanjang masa pakainya. Anda tidak perlu terus mengeluarkan uang untuk membeli kuas makeup baru, dan pada akhirnya akan menghemat uang dalam jangka panjang.

    ALLURE | TIMES OF INDIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.