Ibu Hamil Wajib Ketahui 12 Tanda Bahaya pada Kehamilan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    Ilustrasi hamil bermasalah. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap ibu hamil tentu menginginkan kehamilannya berjalan dengan lancar. Namun, selalu ada kemungkinan terjadi masalah pada kehamilan yang bisa membahayakan ibu dan janin, seperti halnya gawat janin atau preeklamsia.

    Tanda bahaya pada kehamilan tersebut tentunya perlu dikenali dan diwaspadai, agar proses kehamilan Anda bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa tanda bahaya kehamilan yang bisa diidentifikasi pada tubuh ibu hamil. Sebagian besar tanda-tanda ini tidak sulit untuk dikenali.

    Berikut beberapa tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi:

    #1. Janin tidak bergerak atau hanya sedikit
    Ketika janin Anda tiba-tiba hanya bergerak sedikit, atau bahkan tidak bergerak sama sekali, Anda perlu memberikan perhatian khusus. Kondisi tersebut merupakan tanda-tanda gawat janin. Gawat janin terjadi karena janin tidak mendapat cukup oksigen sehingga dapat mengancam keselamatan janin. 

    Hitunglah berapa kali bayi menendang Anda dalam waktu sekitar 2 jam. Jika tendangan bayi kurang dari 10 kali, maka Anda harus segera memeriksakan kandungan kepada dokter.

    #2. Pendarahan vagina
    Pendarahan di vagina ketika hamil bisa mengindikasikan bermacam-macam hal. Namun, jika Anda mengalami pendarahan hebat, nyeri perut parah, kram, atau  hampir pingsan selama trimester pertama, berbagai kondisi tersebut dapat menjadi tanda kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).

    Selain itu, pendarahan berat dengan kram juga bisa menandakan keguguran, bila terjadi pada trimester pertama atau awal trimester kedua kehamilan. Sementara, jika pendarahan dengan nyeri perut terjadi di trimester ketiga, kondisi tersebut dapat menandakan solusio plasenta (lepasnya plasenta dari lapisan rahim). Oleh karena itu, sebaiknya periksakan ke dokter kandungan apabila Anda mengalami pendarahan saat hamil.

    #3. Sakit kepala dan gangguan penglihatan
    Jika saat hamil Anda mengalami sakit kepala parah yang berlangsung lebih dari dua jam atau tiga jam, lalu disertai dengan gangguan penglihatan, kondisi tersebut bisa menandakan terjadinya preeklampsia. Kondisi serius akibat hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan solusio plasenta, eklampsia, kegagalan organ, dan menghambat pertumbuhan janin. Preeklampsia biasanya terjadi setelah 20 minggu kehamilan dan perlu segera mendapatkan penanganan medis.

    #4. Keluar cairan dari vagina secara tiba-tiba
    Jika Anda mengeluarkan cairan dari vagina sebelum 37 minggu kehamilan, maka itu dapat menjadi tanda air ketuban pecah lebih awal. Cairan ketuban bisa disalahartikan dengan keputihan. Untuk membedakannya, cairan ketuban mengalir keluar dan tidak bisa ditahan seperti keluarnya urine, serta dapat meresap ke celana dalam. Setelah air ketuban pecah, bayi hanya memiliki sedikit perlindungan terhadap infeksi. Segera pergi rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    #5. Nyeri di bawah perut
    Nyeri hebat di satu sisi atau kedua bawah perut merupakan tanda dari kehamilan ektopik, keguguran, persalinan prematur, dan solusio plasenta. Namun, untuk benar-benar memastikannya, Anda perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter.

    #6. Demam
    Demam seringkali dianggap sebagai hal yang sepele. Namun, jika demam dan suhu tubuh Anda mencapai 39 derajat atau lebih, segera berkonsultasi kepada dokter. Kondisi tersebut bisa menandakan Anda mengalami infeksi, dan tentu saja berbahaya bagi bayi Anda. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik sebagai upaya mengobati infeksi.

    #7. Tangan dan kaki bengkak
    Pembengkakan di tangan, kaki, wajah, dan mata sering terjadi pada akhir kehamilan. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini bukan termasuk hal yang mengkhawatirkan. Akan tetapi, jika pembengkakan yang terjadi tergolong parah, atau muncul secara tiba-tiba bersamaan dengan sakit kepala dan gangguan penglihatan, serangkaian kondisi tersebut bisa menandakan adanya preeklampsia.

    #8. Mual dan muntah terus-menerus
    Mual dan muntah pada masa kehamilan merupakan hal yang umum terjadi. Akan tetapi, jika mual dan muntah yang dialami parah hingga sulit makan dan minum, kondisi ini dapat mengindikasikan suatu hal yang serius. Anda bisa mengalami dehidrasi, kekurangan gizi, hingga membahayakan bayi Anda. Ketika Anda mengalami mual dan muntah yang parah, segera hubungi dokter.

    #9. Pusing dan pingsan
    Pusing dan pingsan pada masa kehamilan bisa menandakan tekanan darah yang rendah. Kondisi ini bisa menyebabkan Anda jatuh, syok, bahkan sampai merusak organ. Jika Anda mengalami pusing dan pingsan ketika hamil, segera periksakan diri Anda ke dokter.

    #10. Sering buang air kecil dan terasa menyakitkan
    Jika ibu hamil sering buang air kecil dan terasa menyakitkan ketika membuangnya, segera periksakan diri ke dokter karena kondisi tersebut merupakan tanda infeksi saluran kemih. Infeksi saluran kemih bisa menyebabkan infeksi ginjal, meningkatkan risiko ketuban pecah lebih awal, dan kelahiran prematur.

    #11. Gatal pada seluruh tubuh
    Gatal pada seluruh tubuh adalah tanda Anda mengalami kolestasis obstetri. Dalam kolestasis obstetri, terjadi kebocoran cairan empedu dari hati yang mengalir ke aliran darah. Kebocoran tersebut dapat menimbulkan gangguan pernapasan pada janin sehingga memicu terjadinya gawat janin.

    Ketika mengalami tanda-tanda bahaya kehamilan seperti beberapa hal di atas, sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter kandungan. Tanda-tanda tersebut perlu segera diperiksakan agar Anda mendapatkan penanganan yang tepat.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.