Ini Kaus Versace yang Memicu Kemarahan Warga Cina

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah mode asal Italia, Versace. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    Rumah mode asal Italia, Versace. Sumber: AP/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah mode Italia, Versace, meminta maaf kepada warga Cina setelah mengeluarkan kaus yang menampilkan nama-nama kota berikut negaranya. Ada beberapa kota besar di dunia yang dimuat di kaus itu, antara lain Milan-Italia, Londong-Inggris, dan Paris-Prancis. Mereka juga memuat Hong Kong-Hong Kong dan Macau-Macao.

    Dua pasangan nama kota dan negara yang terakhir ini dianggap tidak menghormati teritori Cina, meskipun kedua kota itu memiliki status khusus.

    Kaus Versace (Twitter @PDChina)

    Kaus itu membuat penyanyi dan aktris Cina, Yang Mi, yang baru menandatangani kontrak sebagai brand ambassador Versace, mengancam akan mengakhiri kontrak. Ia mengatakan Versace telah melukai integritas territorial Cina, seperti unggahannya di akun resmi Weibo Jiaxing Xingguang, studio Yang Mi, pada Ahad, 11 Agustus 2019.

    Direktur Artistik Versace, Donatella Versace, mengunggah permohonan maaf resminya kepada Cina dan warganya. Ia menulis di Instagram bahwa ia sangat menyesal atas kesalahan yang dibuat perusahaannya baru-baru ini, yang sedang dibahas di berbagai platform media sosial. Cina

    “Belum pernah saya berniat tidak menghormati kedaulatan nasional Cina dan inilah mengapa saya ingin secara pribadi meminta maaf atas kesalahan dan kesusahan yang mungkin disebabkan oleh hal itu,” tulis dia, Ahad.

    Dalam sebuah unggahan di Weibo, perusahaan asal Italia itu mengatakan telah menghentikan penjualan dan menghancurkan semua kaus kontroversial itu pada 24 Juli.

    Tahun lalu, sebuah iklan dari Dolce & Gabbana juga dianggap menyinggung Cina. Iklan itu menunjukkan seorang model Cina berjuang untuk makan spageti dan pizza dengan sumpit, memicu kemarahan dan memboikot produk-produknya. 

    THE GUARDIAN | TELEGRAPH | BLOOMBERG 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.