Tren Makeup Real Skin dapat Menumbuhkan Self-Love

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita menyentuh dagu. Unsplash.com/Alexander Solodukhin

    Ilustrasi wanita menyentuh dagu. Unsplash.com/Alexander Solodukhin

    TEMPO.CO, Jakarta - Makeup natural yang tipis dan menonjolkan kulit sehat sedang diminati di dalam atau luar negeri. Makeup yang menonjolkan kulit sehat dan segar ini dikenal dengan istilah makeup real skin.

    Menurut makeup artist Franky Wu, kini lebih banyak orang yang ingin menunjukkan kulit yang sehat meski menggunakan makeup. "Sekarang banyak banget orang-orang yang makeup senatural-naturalnya. Jadi betul-betul real beauty dan real skin,” kata Franky Wu, kepada Antara, Sabtu 10 Agustus 2019.

    Berbeda dengan tren sebelumnya, orang banyak menggunakan makeup yang agak tebal serta warnawarna lipstick yang menyala. Sedangkan tren saat ini lebih cenderung make up tipis dan natural. “Orang jaman sekarang tuh pengin tampil kasih lihat kalau ini loh kulit gue sehat, dan aku merasa sekarang orang juga lebih menerima atau embrace kulit mereka sendiri, mau kulit hitam, putih, atau sawo matang, dan sebagainya,” ujar Franky Wu.

    Tren makeup real skin ini sangat baik untuk perkembangan sosial di masyarakat, karena dapat menumbuhkan rasa mencintai menjadi dirinya sendiri. “Makeup-nya juga lebih sederhana, seperti misal kalau memang enggak perlu foundation ya enggak usah pakai, warna eyeshadow juga lebih ke warna-warna lembut, muda, dan natural,”
    kata pria 26 tahun itu.

    Franky yang berkarier di Indonesia, Malaysia, dan Hongkong itu menambahkan,
    menggunakan highlighter cair dan strobing cream juga menjadi tren yang sedang digemari banyak orang saat ini. Strobing adalah teknik makeup yang menggunakan highlighter secara maksimal, hampir mirip seperti contouring, strobing akan membuat bagian-bagian wajah yang diinginkan menonjol,namun bercahaya, atau terkenal dengan sebutan glowing. “Untuk lipstik juga kebanyakan warna-warna lembut seperti nude,” tandas Franky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.