Anak Rentan Penyakit Akibat Polusi Udara, Ini Cara Menghidarinya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak perempuan dan laki-laki. shutterstock.com

    Ilustrasi anak perempuan dan laki-laki. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kualitas udara di DKI Jakarta dalam beberapa waktu belakangan ini terpantau buruk. Dalam pantauan AirVisual, polusi udara di Ibu Kota masuk kategori tidak sehat atau sangat tidak sehat. Kondisi ini akan berdampak buruk pada semua orang yang beraktivitas di kota ini, terutama anak-anak. 

    Berbeda dengan orang dewasa, anak bernapas lebih cepat sehingga mereka akan lebih banyak menghirup polusi. Anak juga mempunyai kebiasaan menjelajah dan beraktivitas di luar ruangan sehingga tergolong populasi yang rentan menghirup atau terpapar polusi udara.

    Padahal, anak sedang dalam periode penting tumbuh kembang. Sedikit saja pajanan pajanan racun di tubuhnya dapat menyebabkan efek negatif.

    Dokter spesialis anak konsultan respirologi RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Wahyuni Indawati, Sp. A (K), mengatakan, pengaruh polusi udara yang paling umum pada anak yaitu iritasi mata dan saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan perburukan penyakit paru dan jantung yang sudah ada sebelumnya.

    “Risiko perburukan penyakit paru akan lebih tinggi pada anak yang memiliki penyakit sebelumnya seperti asma, pneumonia, penyakit jantung, gangguan imunitas, malnutrisi, dan lain-lain,” kata dia dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Untuk meminimalisasi dampak buruk polusi udara, dr Wahyuni membagikan beberapa panduan yang bisa diikuti orang tua.

    1. Hindari beraktivitas di sekitar jalan raya yang penuh dengan kendaraan
    2. Pendingin ruangan (air conditioner) dalam mode “re-circulate”, ganti filter secara teratur.
    3. Bekerja samalah dengan sekolah untuk membatasi waktu bermain anak di luar ruang apabila air quality index atau AQI sedang tidak baik.
    4. Pakailah masker dengan ukuran yang sesuai anak.
      Gantilah masker jika sudah tampak kotor. Apabila AQI sedang sangat tinggi, sebaiknya anak-anak tetap beraktivitas di dalam ruangan saja.
    5. Hindari aktivitas dalam rumah yang dapat menambah kontaminasi seperti merokok di lingkungan sekitar rumah karena akan memperburuk dampak polusi udara dan dampak paparan asap rokok bagi anak.
    6. Pastikan status hidrasi anak cukup, anjurkan untuk banyak minum agar saluran napas tetap lembab dan lendir tetap encer.
    7. Penggunaan alat penyaring udara (air purifier) dapat membantu membersihkan udara di dalam ruangan.

    Untuk diketahui, polusi udara merupakan campuran partikel dan gas dari bahan alami dan buatan manusia di udara yang kita hirup. Polutan udara luar ruangan yang paling banyak ditemukan di daerah perkotaan yaitu particullate matter (PM), nitrogen dioksida (NO2), ozon (O3), dan sulfur dioksida (SO2).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.