Bahaya Polusi Udara bagi Ibu Hamil, Tingkatkan Risiko Keguguran

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Morning Sickness atau ibu hamil. shutterstock.com

    Ilustrasi Morning Sickness atau ibu hamil. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Isu polusi udara di Jakarta menjadi perhatian dalam sepekan terakhir. Udara di Ibu Kota tergolonng tidak sehat, bisa memicu sejumlah penyakit serius, termasuk paru-paru dan jantung. Dan yang paling terancam adalah ibu hamil dan anak-anak. Berbagai risiko kesehatan jangka pendek pun mengintai, seperti mata dan hidung berair, penyakit batuk sering kambuh, hingga infeksi saluran napas atas.

    Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, Merwin Tjahjadi, Sp. OG, mengatakan, dampak buruk paparan polusi udara pada ibu hamil dan wanita pada umumnya antara lain berat badan lahir rendah, meningkatkan risiko kelahiran prematur, dan meningkatkan risiko cacat bawaan pada bayi.

    Risiko lainnya adalah infeksi saluran pernapasan atas dan asma pada ibu hamil dan penyakit kardiovaskular maupun hipertensi dalam kehamilan akibat proses pengapuran plasenta.

    Beberapa studi juga mengungkap bahwa polusi udara dikaitkan dengan masalah kesuburan atau infertilitas, baik pada wanita maupun pria. Beberapa penelitian lainnya bahkan menghubungkan hal ini dengan kemungkinan keguguran.

    “Polusi udara menjadi lebih berbahaya karena tidak kasat mata sehingga seringkali diabaikan oleh ibu hamil,” kata dr Merwin melalui keterangan pers Kamis, 8 Agustus 2019.

    Mengingat dampaknya, ia menyarankan ibu hamil meminimalisasi paparan polusi udara ini. Caranya antara lain dengan memperhatikan air quality index atau AQI ketika berencana untuk beraktivitas di luar ruangan. AQI dibagi menjadi kualitas baik (<50), sedang (51-100), kurang sehat (101-150), tidak sehat (151-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (>300). Pada satu waktu tertentu bisa berada pada AQI baik (< 50) dan bisa juga pada AQI yang buruk (>150).

    Lalu, ibu hamil sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan di siang hari karena saat itulah polusi udara tertinggi; dan berupaya untuk memilih lingkungan hijau ketika berolahraga atau beraktivitas di luar ruang. 

    “Alat penyaring udara juga bisa digunakan untuk membantu membersihkan udara ketika Anda sedang berada di dalam ruangan,” kata dr Merwin.

    Untuk ibu hamil trimester awal harus lebih waspada. Risiko keguguran akibat terpapar polusi udara dapat meningkat pada usia kehamilan yang masih muda. Sebaiknya gunakan masker pernapasan yang layak ketika beraktivitas di luar ruang dan pantau selalu kualitas udara di sekitar kita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara