Ketika Nina Zatulini dan Suami Beda Pendapat Soal Jumlah Anak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beauty influencer Nina Zatulini di acara Beauty Gathering Marcks! Venus dengan Cantika.com di Restoran Aroma Sedap Jakarta, Sabtu 22 September 2018. TEMPO/Rini K

    Beauty influencer Nina Zatulini di acara Beauty Gathering Marcks! Venus dengan Cantika.com di Restoran Aroma Sedap Jakarta, Sabtu 22 September 2018. TEMPO/Rini K

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebelum menikah, ada beberapa hal yang perlu didiskusikan dengan pasangan. Salah satunya adalah jumlah anak. Banyak pasangan yang punya keinginan berbeda tentang hal tersebut. 

    Aktris Nina Zatulini, misalnya, punya keinginan yang berbeda dengan suami tentang jumlah anak. Ia mengatakan meski usia anak keduanya masih berumur enam bulan, sang suami sudah mulai membicarakan rencana anak ketiga mereka, pasalnya sang suami Chandra Tauphan Ansar memang ingin punya banyak keturunan, tidak cukup dengan sepasang buah hati yang telah dikaruniakan saat ini.

    "Suami saya memang sudah nanya sih kapan nanti anak ketiga, tapi, kalau saya belum (karena yang kedua masih umur enam bulan)," kata Nina Zatulini di Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Sang suami yang berasal dari keluarga besar menganggap banyak anak akan membawa banyak rezeki. "Kalau suami ditanya dia pengin kayak mamanya enam anak," kata Nina.

    Berbeda dengan sang suami, Nina merasa sudah cukup dengan kehadiran dua buah hatinya Kenzie Naratama Chandra dan Khanza Inara Chandra.

    Dengan dua anak, Nina merasa lebih bisa memberikan yang terbaik dan optimal baik dari sisi kebutuhan maupun pendidikan ke depannya.

    "Anak banyak kan banyak juga yang dipikirkan tapi kalau dua saja kan bisa kasih yang optimal, karena itu dua saja cukup, itu kalau saya yang ditanya," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.