5 Langkah Mengatasi Polusi Udara di Rumah, Perbanyak Tanaman

Reporter

Editor

Mila Novita

Tanaman hijau dalam ruangan di rumah @Bayt.Cmoet karya Hommy Living (Sumber: arsitag.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Agus Dwi Susanto mengatakan bahwa polusi udara tidak hanya terdapat di ruang terbuka, tapi juga di dalam ruangan atau rumah sendiri. 

Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari adanya polusi ini. Padahal, polusi udara di dalam rumah juga meningkatkan risiko ISPA, asma, kanker paru hingga penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Sebelum polusi udara membahayakan kesehatan, dokter Agus memberikan beberapa tips yang bisa Anda terapkan di rumah.

Pantau kualitas udara
Agus mengatakan pemantauan kualitas udara saat ini sangat mudah dilihat di berbagai situs, salah satunya AirVisual. Bila kualitas udara di luar sedang buruk, segera tutup ventilasi-ventilasi udara di ruangan untuk mencegah polusi masuk ke dalam.

“Kualitas udara itu berubah-ubah setiap harinya, tergantung banyak hal misal di jalan sedang banyak kendaraan, atau ada yang sedang membakar sampah,” ujar Agus.

Jangan menambah polusi udara
“Bila Anda biasa merokok dalam ruangan, ya berhenti lah merokok di dalam,” kata Agus.

Selain merokok Agus mengatakan dapat mengoptimalkan lilin sebagai penerangan, atau tidak banyak menggunakan lampu pada pagi dan siang hari.

Jaga kebersihan ruangan
Agus mengatakan, kebersihan selalu menjadi salah satu cara ampuh terhindar dari segala penyakit juga polusi, seperti kebersihan lantai, furnitur, ventilasi, tirai, dan sebagainya.

“AC juga harus dibersihkan secara rutin, jangan tunggu enam bulan baru dibersihkan hingga debu-debu yang menempel dihembuskan dan tersebar dalam ruangan,” tambah dia.

Gunakan “Air Purifier” (pembersih udara)
“Bila Anda mampu, lebih baik menggunakan air purifier untuk menetralkan kualitas udara yang buruk dalam ruangan,” kata Agus.

Perbanyak tanaman
Jika air purifier terlalu mahal, Agus menyarankan untuk menggunakan penyaring udara alami dari tanaman, seperti salah satunya lidah buaya yang sangat ampuh menetralkan udara buruk.

ANTARA






Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

13 jam lalu

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria Terima Pengunduran Diri Mohamad Taufik

Ketua DPD Gerindra DKI Riza Patria mengatakan Mohamad Taufik mundur karena ingin fokus menjalani pengobatan.


5 Hobi Penghilang Stres untuk Mahasiswa Sibuk

2 hari lalu

5 Hobi Penghilang Stres untuk Mahasiswa Sibuk

Beberapa hobi berikut dapat dilakukan unuk menghilangkan stres dan tidak menyita banyak waktu untuk dicoba mahasiswa di semester yang sibuk ini.


Jangan Sepelekan Nyeri Punggung Jangka Lama: Bisa Jadi Gejala Kanker...

2 hari lalu

Jangan Sepelekan Nyeri Punggung Jangka Lama: Bisa Jadi Gejala Kanker...

Beberapa kanker dapat ditandai dengan munculnya nyeri punggung yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.


Punya 6 Alat Sensor Rp 1 Miliar per Unit, DKI Tambah Lagi 14 Alat Pemantau Kualitas Udara

2 hari lalu

Punya 6 Alat Sensor Rp 1 Miliar per Unit, DKI Tambah Lagi 14 Alat Pemantau Kualitas Udara

14 alat sensor pemantau kualitas udara itu untuk memperkuat data yang diperoleh dari enam alat sensor yang sudah dipasang sebelumnya.


Dono Warkop Bukan Sekadar Pelawak, Mapala UI hingga Aktivis 1998

5 hari lalu

Dono Warkop Bukan Sekadar Pelawak, Mapala UI hingga Aktivis 1998

Sosok pelawak legendaris Wahyu Sardono Dono Warkop bukan sekadar pelawak, ia aktivis reformasi 1998 dan anggota Mapala UI.


Mengenal Gleason Score, Indikator Ketahui Stadium Kanker

14 hari lalu

Mengenal Gleason Score, Indikator Ketahui Stadium Kanker

Gleason Score sangat berguna dalam mengukur tingkat keparahan dan penyebaran kanker prostat dalam tubuh, atau deteksi stadium kanker pasien.


Water Propagation, Teknik Menumbuhkan Tanaman Menggunakan Medium Air

15 hari lalu

Water Propagation, Teknik Menumbuhkan Tanaman Menggunakan Medium Air

Water propagation menggunakan air sebagai medium tumbuhnya tanaman


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

17 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.


Jakarta Genjot 70 Strategi Pengendalian setelah Juara Polusi Udara di Indonesia

20 hari lalu

Jakarta Genjot 70 Strategi Pengendalian setelah Juara Polusi Udara di Indonesia

DKI Jakarta menggenjot penerapan 70 strategi pengendalian pencemaran udara di Ibu Kota agar manfaat dan hasilnya bisa dirasakan.


Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

22 hari lalu

Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

Rokok elektrik atau vape dianggap tetap menyebabkan masalah pada kesehatan, mulai dari batuk hingga potensi kanker paru.