5 Manfaat Kacang Almond, Bisa Turunkan Berat Badan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kacang Almond. Getty Images

    Ilustrasi Kacang Almond. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Almond merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang digemari sebagai camilan ataupun komponen di dalam salad, roti, dan kue. Selain memikat lidah dengan tekstur renyah dan sedikit rasa manis, kacang almond kaya kandungan vitamin, mineral, protein, hingga serat untuk kebaikan tubuh. Seperti dikutip dari laman Medical News Today, sekitar 1 ons kacang almond setara dengan seperdelapan dari kebutuhan protein kita.

    Berikut ini lima manfaat kacang almond yang harus Anda ketahui melansir laman Healthline dan Medical News Today.

    1. Membantu menurunkan berat badan

    Dalam sebuah penelitian menunjukkan diet rendah kalori dengan mengonsumsi 3 ons (84 gram) kacang almond mampu menurunkan berat badan hingga 62 persen dibandingkan dengan diet model karbohidrat kompleks.

    Di studi lain pada 100 wanita yang kelebihan berat badan menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi kacang almond mengalami penurunan lebih cepat dibandingkan mereka yang melakukan diet bebas kacang. Mereka juga menunjukkan perubahan pada lingkar pinggang dan kondisi kesehatan lainnya.

    2. Ikut menurunkan kolesterol

    Berdasarkan studi yang dimuat pada jurnal asosiasi diet Amerika diungkapkan mengonsumsi kacang almond dapat meningkatkan kadar vitamin E dalam plasma dan sel darah merah, sehingga menurunkan kadar kolesterol.

    "Studi ini menunjukkan bahwa makan kacang almond bantu meningkatkan kadar vitamin E saat diet dan aliran darah. Vitamin E adalah antioksidan kuat yang mempertahankan sel-sel darah dari risiko kerusakan dan mencegah oksidasi kolesterol yang menyumbat arteri," kata Dr Ella Haddad dari Loma Linda University dan salah satu peneliti di laman Medical News Today.

    Dia menambahkan,"Makan segenggam almond dalam waktu satu hari salah satu cara yang baik untuk memperoleh vitamin E agar tetap sehat."

    Sementara itu, melansir laman Health Line dijabarkan studi lain menemukan mengonsumsi 1,5 ons kacang almond dalam satu hari mampu menurunkan kolesterol “jahat” LDL sebesar 5,3 mg/dL sembari mempertahankan kolesterol “baik” HDL yang dibutuhkan oleh tubuh.

    3. Membantu turunkan tekanan darah

    Kandungan magnesium di dalam kacang amond juga membantu menurunkan tekanan darah.  Dengan tekanan darah yang terkendali, maka mencegah risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

    Di dalam suatu penelitian yang diterbitkan tahun 2014, para peneliti menemukan bahwa kacang almond secara signifikan meningkatkan jumlah antioksidan dalam aliran darah dan mengurangi tekanan darah. Temuan ini semakin memperkuat bobot teori tentang diet Mediterania yang mengonsumsi banyak kacang yang baik untuk kesehatan.

    4. Mengontrol gula darah

    Kacang almond yang rendah karbohidrat namun kaya protein, serat, magnesium dan lemak salah satu kriteria makanan yang sesuai dengan penderita diabetes. Jumlah magnesium yang tinggi dalam kacang almond turut mengontrol gula darah.

    Dari penelitian yang diungkap pada laman Health Line sebanyak 25%-38% penderita diabetes tipe 2 kekurangan magnesium. Dengan mengonsumi kacang almond tak lebih dari 2 ons, penderita diabetes dapat memenuhi setengah kandungan magnesium yang dibutuhkan dari 310-420 mg.

    5. Membuat kenyang lebih lama

    Dengan kandungan protein dan serat yang tinggi, kacang almond menjadi salah satu favorit camilan sehat yang tak perlu khawatir menambah berat badan. Mengutip laman Medical News Today, studi selama empat minggu yang melibatkan 137 peserta menunjukkan konsumsi almond sebanyak 1,5 ons mampu mengurangi rasa lapar.

    Sebuah penelitian menemukan bahwa mereka yang melengkapi diet dengan almond kehilangan lebih banyak berat daripada mengonsumsi karbohidrat kompleks. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.