Makanan yang Dibutuhkan Ibu Menyusui agar ASI Tambah Bernutrisi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    Ilustrasi daging merah. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Air susu ibu atau ASI merupakan asupan makanan yang penting untuk bayi. Di dalam ASI terkandung lemak, karbohidrat, dan zat lainnya yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang bayi. Itu sebabnya, para dokter merekomendasikan para ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah kelahiran bayi.

    Salah satu cara untuk menghasilkan ASI dengan jumlah dan kualitas yang baik adalah mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Selama masa menyusui, tubuh akan membutuhkan banyak kalori dan nutrisi guna memproduksi ASI yang sehat. Semakin sehat makanan yang dikonsumsi, maka akan semakin kaya nutrisi pula ASI yang dihasilkan.

    Dalam sehari, ibu menyusui disarankan mengonsumsi sekitar 1.560 kalori. Namun jumlah ini juga disesuaikan dengan kondisi dan kegiatan Anda masing-masing.

    Sayangnya, sebagian ibu ingin melakukan diet dan membentuk kembali postur tubuh setelah melahirkan. Tak jarang pula selama proses diet ini, para ibu membatasi diri dalam mengonsumsi kalori. Akibatnya, tubuh tidak dapat menghasilkan ASI yang cukup untuk sang bayi.

    Membatasi konsumsi kalori merupakan cara yang keliru dilakukan saat masa menyusui. Jika Anda khawatir mengonsumsi kalori mempengaruhi berat badan, ingatlah bahwa menyusui juga mampu menurunkan berat badan lebih cepat setelah kehamilan. Ini terbukti secara ilmiah.

    Selain kalori, tubuh  juga membutuhkan makanan-makanan yang kaya akan nutrisi guna memproduksi ASI yang sehat serta membantu proses penyembuhan pasca-melahirkan. Banyak pilihan makanan yang kaya akan nutrisi. Anda perlu cermat dalam memilih menu diet Anda dan mengombinasikan dengan makanan yang lainnya. 

    Dilansir dari Boldsky, berikut beberapa makanan yang kaya nutrisi untuk membantu ibu meningkatkan produksi dan kualitas ASI.

    • Daging-dagingan, seperti daging ayam, kambing, sapi, serta hati. Dengan memakan makanan tersebut dapat memberikan asupan protein dan lemak yang cukup untuk ASI. Protein menjadi unsur penting lantaran menjadi bahan dasar pembentukan otot.

    • Buah segar dan sayur-sayuran. Buah-buahan yang kaya nutrisi misalnya apel dan berbagai jenis beri. Sayuran yang disarankan ialah kubis dan bawang putih. Jika ibu menambahkan berbagai macam buah segar dan sayuran yang kaya nutrisi ke dalam makanannya, maka itu juga bisa menjadi asupan mineral dan vitamin yang berguna untuk produksi ASI.

    • Ikan dan makanan laut. Sumber asam lemak omega 3 yang alami dan baik untuk tubuh ialah berasal dari ikan dan makanan laut yang segar. Makanan ini bisa menjadi pilihan lain menu diet tanpa harus mengorbankan kualitas ASI. Namun, ibu harus berhati-hati pada ikan yang bisa mengandung merkuri seperti ikan king mackarel, hiu, dan ikan todak. Sebagai gantinya, ibu bisa mengonsumsi ikan salmon, sarden, trout, haring, atau udang.

    • Kacang-kacangan dan biji-bijian. Untuk camilan, ibu bisa memakan berbagai jenis kacang, misalnya kacang almond, kenari, mete, dan aprikot. Kacang-kacang tersebut mengandung mineral seperti magnesium, fosfor, tembaga, selenium, serta lemak dan serta dalam jumlah yang cukup sehingga dapat turut mendukung menghasilkan ASI yang baik pula.

    • Makanan sehat lainnya yang disarankan untuk dikonsumsi ibu menyusui adalah telur dan berbagai macam gandum seperti quinoa dan oats.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.