Cerita Menyusui Tasya Kamila, Ada Lecet dan Bengkak

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tayas Kamila. Instagram.com/@upanduvan

    Tayas Kamila. Instagram.com/@upanduvan

    TEMPO.CO, JakartaTasya Kamila melahirkan anak pertamanya, Arrasya Wardhana Bachtiar, pada Mei 2019 lalu. Kebahagiaannya menjadi ibu baru ia ekspresikan dengan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk si kecil, termasuk nutrisi melalui pemberian air susu ibu atau ASI.

    Bersama suami, Randy Bachtiar, Tasya Kamila memperkaya pengetahuannya dengan mengikuti kelas laktasi hingga kelas perawatan bayi yang baru lahir. Dari situlah penyanyi 26 tahun itu bisa mengetahui gambaran situasi yang akan dia hadapi. Misalnya, dia jadi tidak panik bila setelah melahirkan jumlah ASI yang dikeluarkan tidak banyak --meski setetes-- karena lambung bayi yang baru lahir masih seukuran buah ceri.

    "Ketika ada orang yang bilang 'wah ASI baru keluar sedikit' saat awal, itu tidak menyinggung," ujar mantan penyanyi cilik ini.

    Selain dada bengkak, Tasya Kamila sempat mengalami lecet-lecet di pekan pertama menyusui. Ia juga mengalami kurang tidur di masa-masa awal melahirkan. Meski demikian, ia senang melihat anaknya kenyang.

    Tinggal berjauhan dengan suami yang bekerja di luar Indonesia bukan jadi penghalang dalam mengeratkan hubungan antara ayah dan anak. "Kalau suami lagi sama aku, dia betul-betul bantu (urus anak)," kata Tasya.

    Kerja tim, itulah prinsip yang dipegang pasangan muda itu dalam mengasuh anak. Baik ayah maupun ibu sama-sama punya tanggung jawab besar dan harus saling bahu membahu.

    Suaminya juga termasuk Ayah ASI yang selalu mendukung istri agar produksi air susu ibu terus mengalir lancar. "Ketika dada bengkak dan didatangi dokter laktasi, dia juga ikut biar tahu apa yang harus dilakukan, bagaimana mengatasinya," ujar Tasya Kamila. 

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.