Benarkah Daun Kelor dapat Menurunkan Berat Badan?

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daun Kelor. Tokopedia

    Daun Kelor. Tokopedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Daun kelor telah digunakan dalam pengobatan Ayurveda, sistem medis India kuno, untuk mengobati penyakit kulit, diabetes, dan infeksi selama ribuan tahun. Selain itu, daun keoor juga dianggap bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

    Daun kelor sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tanaman yang populer di India, Asia, dan Afrika ini sangat bergizi. Kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa tanaman bermanfaat lainnya. Setiap 100 gram daun kelor kira-kira mengandung, protein 27 gram, lemak: 6 gram, serat: 34 gram, gula: 3 gram, sodium 1,361 mili gram, dan lainnya.

    Namun, daun kelor juga kaya akan fitat - antinutrien yang berikatan dengan mineral seperti zat besi, seng, dan kalsium, yang membuat daun kelor kurang terserap oleh tubuh Anda. Di sisi lain, polifenol dalam daun kelor memiliki sifat melawan kanker dan dapat mengurangi risiko kondisi Anda, seperti penyakit jantung dan diabetes.

    Sumber polifenol yang kaya lainnya termasuk buah-buahan, sayuran, teh, dan kopi - yang merupakan salah satu alasan mengapa diet yang kaya akan makanan ini telah dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik

    Manfaat Penurunan Berat Badan

    Bubuk daun kelor dipercaya memiliki manfaat untuk berat badan. Melansir laman Healthline, penelitian pada hewan dalam tabung menunjukkan bahwa kelor dapat mengurangi pembentukan lemak dan meningkatkan pemecahan lemak. Namun, tidak diketahui apakah efek ini diterjemahkan ke manusia. Hingga saat ini, belum ada penelitian pada manusia yang meneliti efek dari kelor saja terhadap penurunan berat badan.

    Meski begitu penelitian telah melihat efek dari suplemen yang mengandung kelor dikombinasikan dengan bahan lainnya. Dalam satu studi yang dipublikasikan dalam PubMed Central pusat data National Institutes of Health, selama 8 minggu pada 41 orang gemuk pada diet dan olahraga yang sama, mereka yang mengonsumsi 900 mg suplemen yang mengandung kelor, kunyit, dan kari berat badannya turun 4,8 kg - dibandingkan dengan kelompok placebo, hanya 1,8 kg.

    Dalam penelitian serupa tetapi lebih besar, para peneliti mengacak 130 orang yang kelebihan berat badan untuk menerima suplemen yang sama dengan penelitian di atas atau plasebo. Mereka yang diberi suplemen kehilangan 5,4 kg selama 16 minggu, dibandingkan kelompol plasebo hanya 0,9 kg. Selain itu terdapat penurunan kolesterol LDL (buruk) dan meningkatkan kolesterol HDL (baik) mereka. Namun, tidak jelas apakah manfaat ini dikaitkan dengan kelor, salah satu dari dua ramuan lain, atau kombinasi. Diperlukan studi yang lebih komprehensif di bidang ini.

    Meskipun bubuk kelor saja belum terbukti menurunkan berat badan, penelitian pada hewan dalam tabung menunjukkan bahwa mungkin menawarkan manfaat kesehatan lainnya. Studi menunjukkan bahwa kelor dapat membantu mengatur gula darah, menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, mengurangi peradangan, melindungi terhadap penyakit jantung.

    Terlebih lagi, penelitian pada manusia telah menemukan bahwa suplemen kelor dapat bermanfaat bagi kondisi kronis tertentu, seperti diabetes dan asma. Manfaat ini terkait dengan berbagai senyawa kuat yang ditemukan dalam bubuk kelor, yaitu polifenol dan antioksidan lainnya.  Sementara penelitian belum secara konsisten memvalidasi manfaat ini pada manusia, moringa tetap menjadi suplemen yang populer.

    Anda dapat mengkonsumsi daunkelor dalam beberapa bentuk, termasuk bubuk, kapsul, dan teh.

    #Bubuk
    Karena sifatnya yang fleksibel, bubuk daun kelor adalah pilihan yang populer. Dikatakan memiliki rasa pahit dan sedikit manis. Anda dapat dengan mudah menambahkan bubuk ke getar, smoothie, dan yogurt untuk meningkatkan asupan gizi Anda. Ukuran porsi moringa bubuk yang direkomendasikan berkisar 2-6 gram.

    #Kapsul
    Bentuk kapsul daun kelor mengandung daun yang dihaluskan atau ekstraknya. Yang terbaik adalah memilih suplemen yang mengandung ekstrak daun karena proses ekstraksi meningkatkan bioavailabilitas atau penyerapan komponen daun yang bermanfaat. Anda dapat membedakan keduanya dengan membaca label fakta suplemen, yang akan menyatakan apakah produk mengandung daun bubuk atau bentuk ekstrak.

    #Teh
    Daun kelor juga bisa dikonsumsi sebagai teh. Anda dapat menambahman rempah-rempah - seperti kayu manis dan kemangi lemon - dapat membantu mengimbangi rasa yang agak aneh dari teh daun kelor murni. Teh daun kelor bebas kafein, jadi Anda bisa mengkonsumsinya sebagai minuman santai sebelum tidur. Bisa juga jadi  pilihan yang baik jika Anda peka terhadap efek kafein.

    Bubuk kelor umumnya ditoleransi dengan baik dengan risiko efek samping yang rendah. Studi melaporkan tidak ada efek buruk pada manusia yang mengonsumsi 50 gram bubuk kelor sebagai dosis tunggal atau 8 gram per hari selama 28 hari. Namun sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker Anda sebelum mencoba bubuk daun kelor - terutama jika Anda menggunakan obat untuk tekanan darah atau kontrol gula darah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.