Ternyata, Bentuk Wajah Bisa Menunjukkan Kompetensi Seseorang

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita cantik berwajah bersih. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita cantik berwajah bersih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ternyata, bentuk wajah dapat menunjukkan kompetensi seseorang. Dr. Tom Hartley, seorang ahli saraf dan psikolog asal Amerika Serikat, menjelaskan bahwa bentuk wajah seseorang bisa menunjukkan karakter orang tersebut atau dihubungkan dengan kompetensi seseorang. Bahkan ada tiga hal yang bisa dihubungkan dengan bentuk wajah.

    “Pertama, bentuk wajah bisa menunjukkan orang itu bisa dipercaya atau tidak. Kedua, bentuk wajah bisa menunjukkan orang itu kompeten atau tidak. Ketiga, bentuk wajah juga bisa menunjukkan orang tersebut menarik atau tidak,” jelas Pendiri dan presdir grup MIRACLE Aesthetic Clinic dr. Lanny Juniarti, Kamis, 25 Juli 2019, di Jakarta Pusat.

    Ilustrasi wanita dengan alis tebal. shutterstock.com

    Lanny menjelaskan bentuk wajah yang terpercaya bisa terlihat dari alis. “Wajah yang terpercaya digambarkan dengan alis yang tidak turun, lebih lurus atau naik,” lanjutnya.
    Sedangkan kalau dari kompetensi, bisa terlihat dari kelebaran wajah. Lanny menjelaskan bahwa wajah yang lebih lebar seringkali menunjukkan bahwa orang tersebut kompeten dan punya jiwa kepemimpinan.

    Terakhir adalah wajah menarik atau tidak. Sebenarnya wajah menarik lebih relatif. “Kalau di industri kecantikan, kita melihat wajah menarik itu wajah yang ideal, simetris, awet muda, seperti itu,” jelas Lanny.

    Tentu saja, bentuk wajah hanya menunjukkan karakter-karakter ini dari sisi fisik, bukan berarti orang-orang dengan bentuk wajah tertentu memiliki karakter tertentu. Namun, kesan pertama adalah suatu hal yang sangat penting,karena itu banyak orang yang mengubah bentuk wajah dengan perawatan kecantikan tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.