Dokter Ingatkan Kemampuan Bicara Anak Bisa Terhambat karena Gawai

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    Ilustrasi anak bermain gawai (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis anak dari RSUP Persahabatan, dr. Lilis Diah Hendrawati Sp.A (K)., mengatakan penggunaan gawai terlalu dini bisa membuat anak alami keterlambatan bicara.

    "Dampak pemakaian gawai pada anak sudah disinyalir sejak beberapa tahun lalu. Sudah diakui oleh WHO, ada adiksi terhadap gawai, ada diagnosanya," kata Lilis.

    Lilis kerap menjumpai kasus anak yang terlambat bicara jika kedua orang tuanya bekerja sehingga menitipkan pengasuhan pada orang lain, seperti asisten rumah tangga atau kerabat dekat. Anak dibebaskan menggunakan gawai agar tenang dan tidak rewel.

    Namun, dengan seringnya penggunaan gawai yang membuat anak usia dini hanya menonton tanpa ada interaksi malah berdampak serius pada kemampuan bicaranya. Selain dampak pada keterlambatan berbicara, penggunaan gawai pada balita juga mempengaruhi kesehatan mata, telinga, dan juga gangguan tidur karena terus menerus menggunakan gawai.

    "Pada anak yang belum bisa bicara, akan mengalami perkembangan yang terlambat bicara. Untuk anak-anak usia sekolah akan mempengaruhi menurunnya konsentrasi dan berakibat turunnya prestasi belajar," katanya.

    Selain itu, penggunaan gawai juga mempengaruhi interaksi sosial di keluarga dengan anggota keluarga yang sibuk dengan gawai masing-masing dan tidak bisa berinteraksi secara langsung. Lilis menyarankan agar orang tua mengatur dan tidak memperkenalkan gawai pada anak sejak usia dini. Dia merekomendasikan orang tua lebih sering mengajak anak bermain sebagai kebutuhan utama, di samping juga bisa mengalihkan dari penggunaan gawai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.