Dampak Penggunaan Narkoba pada Kulit, Kering dan Kusam

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi narkoba, pasti bisa merusak kulit. Narkoba menjadi topik pembahasan masyarakat sekarang setelah beberapa figur publik ditangkap karena penyalahgunaan narkoba.

    Narkoba sering mempengaruhi waktu tidur dan juga mengeluarkan energi berlebih. Hal-hal tersebut dapat merusak kesehatan kulit. Karena itu, dampak negatif narkoba bisa terlihat dari kulit. 

    “Karena sel-sel kulit butuh asupan nutrisi. Jika tidak mendapatkan itu, wajah akan terlihat lelah, kulit akan menjadi kering dan kusam, kadang ada pigmentasi. Ini di luar faktor genetik ya,” jelas dokter estetika dan pendiri Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti, Kamis, 25 Juli 2019, di Jakarta Pusat. 

    Narkoba juga dapat menyebabkan kulit terlihat lebih tua karena merusak metabolisme. Namun, Lanny juga menjelaskan alasan beberapa orang yang rutin menggunakan narkoba bisa tetap memiliki kulit yang halus dan tidak rusak.

    Dia mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menggunakan narkoba yang tetap melakukan perawatan kulit dengan baik. 

    “Mungkin diimbangi dengan perawatan. Semua perawatan itu bagus untuk kulit. Mungkin ada orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang, tapi sangat rajin perawatan. Jadi seimbang,” lanjut Lanny.

    Karena itu, tidak semua orang yang mengonsumsi narkoba memiliki kulit yang kering, kusam, dan rusak. Selain karena perawatan yang baik, genetik juga bisa menjadi alasan lain mengapa orang yang mengonsumsi narkoba tetap bisa memiliki kulit halus. Namun tetap saja, kulit akan mudah rusak bila terus menerus mengonsumsi narkoba. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.