Yang harus Diperhatikan Orang Tua ketika Anak Sikat Gigi

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan sikat gigi massal. ANTARA/Syaiful Arif

    Gerakan sikat gigi massal. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasta gigi biasanya memiliki rasa mint atau buah-buahan yang segar. Tidak jarang anak menelan pasta gigi saat sedang menyikat gigi.

    Jangan menganggap sepele bila anak sering menelan pasta gigi, karena hal tersebut bisa menyebabkan fluorosis, perubahan warna atau bintik-bintik pada email gigi. “Orang tua harus mendampingi anak saat mulai belajar menyikat gigi. Kuncinya, anak harus meludah setelah selesai sikat gigi,” tutur pakar kesehatan gigi dan mulut drg. Ratu Mirah Afifah.

    Karena itu, takaran pasta gigi juga disesuaikan dengan yang dianjurkan di kemasan agar anak tidak menggunakan terlalu banyak pasta gigi. 

    “Pasta gigi itu sering banget ditelan anak, jangan sampai terlalu sering ditelan. Kalau terlalu sering menelan pasta gigi dan air, itu kadar flourida-nya tinggi, akan terjadi fluorosis,” lanjutnya.

    Tentu orang tua tidak ingin anaknya memiliki gigi dengan bercak putih. Tidak hanya bercak putih saja, kondisi gigi bisa menjadi tidak sehat bila dibiarkan menelan pasta gigi terlalu sering.

    "Gigi bisa berubah warna menjadi coklat dan menjadi rapuh. Yang terlalu banyak memang tidak boleh," jelas Mirah.

    Sebagai orang tua, harus mendampingi anak sikat gigi agar hal tersebut tidak terjadi. Orang tua bisa mengingatkan anak bila melihat gerakan-gerakan yang salah, seperti menyikat gigi terlalu keras atau terlalu cepat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.