Beda Dampak Narkoba pada Wanita dan Pria, Siapa Cepat Kecanduan?

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah beberapa artis ternama, seperti pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung dan aktor Jefri Nichol, ditangkap polisi karena  menggunakan narkoba, banyak pembahasan mengenai narkoba di kalangan masyarakat. Pembahasan mengenai narkoba masih sering dianggap tabu, padahal sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampaknya.

    Salah satu hal yang perlu diketahui adalah dampak narkoba pada wanita berbeda dengan pria. Dilansir dari National Institute on Drug Abuse, ada beberapa perbedaan antara wanita dan pria yang menjadi pengguna narkoba. Wanita yang menggunakan narkoba dapat memiliki masalah yang berkaitan dengan hormon, siklus menstruasi, kesuburan, kehamilan, menyusui, dan menopause.

    Cara menggunakan narkoba juga berbeda dengan pria. Wanita sering menggunakan takaran yang berbeda dari pria, seperti menggunakan takaran yang lebih sedikit dalam waktu yang lebih berdekatan, sebelum akhirnya menjadi kecanduan.

    Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wanita juga lebih cepat kembali menggunakan narkoba setelah rehabilitasi. Hormon wanita membuatnya lebih sensitif terhadap dampak narkoba dibanding pria. Wanita yang menggunakan narkoba juga mungkin mengalami lebih banyak efek fisik pada jantung dan pembuluh darah.

    Pengobatannya juga berbeda. Keinginan untuk kembali menggunakan narkoba seringkali lebih intens pada wanita. Semua orang yang sudah kecanduan narkoba memang menghadapi kesulitan untuk berhenti, namun wanita juga harus menghadapi ketakutan dari unsur sosial.

    Contohnya, masyarakat menghakimi wanita yang menggunakan narkoba lebih keras dibanding pria yang melakukan hal yang sama. Banyak wanita yang merasa kesulitan untuk meminta bantuan, karena takut dihakimi. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.