Pentingnya Ajarkan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain permainan tradisional egrang di sawah Art Space, Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad, 21 Juli 2019. ANTARA

    Anak-anak bermain permainan tradisional egrang di sawah Art Space, Desa Adat Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad, 21 Juli 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam rangka Hari Anak Nasional pada 23 Juli setiap tahun, PT Johnson & Johnson Indonesia bersama dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) terus mempromosikan gerakan #JamMainKita melalui rangkaian kegiatan di sejumlah provinsi di Indonesia. Diluncurkan pertama kali Maret 2018, #JamMainKita merupakan gerakan sosial yang bertujuan mendorong anak-anak Indonesia untuk aktif bermain di luar ruang bersama keluarga. Di Hari Anak Nasional 2019, gerakan #JamMainKita mendorong orang tua untuk mengajarkan anak permainan tradisional.

    “Kami melihat adanya fenomena yang terjadi pada anak-anak zaman sekarang, yaitu kurang mengenal permainan tradisional Indonesia dan tidak lagi bermain di luar ruangan. Padahal bermain di luar penting bagi pertumbuhan anak karena menjadi kesempatan untuk beraktivitas fisik dan berinteraksi dengan teman-teman,” tutur Mitchelle S. Putra, Brand Manager Combantrin PT Johnson and Johnson Indonesia. 

    Permainan tradisional seringkali memiliki persiapan dan peraturan yang sangat sederhana, namun menyenangkan. Banyak kebaikan yang bisa didapat dari permainan tradisional, seperti perkembangan psiko-motorik, kesehatan fisik dan mental, memperkuat daya tahan tubuh, dan perkembangan beberapa aspek psikologis. 

    Sejumlah anak memainkan hola hop pada Festival Permainan Anak Tradisional di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Palembang, Sumatera Selatan, Ahad, 21 Juli 2019. Festival diikuti 600 anak se-Kota Palembang. ANTARA

    Meramaikan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, PT Johnson & Johnson Indonesia dan LPAI mengajak orang tua untuk memperkenalkan permainan tradisional seperti Ogor Ban, Mpa’a Bedi Oo, dan permainan tradisional lain dari NTB, kepada anak-anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orang tua, para ibu khususnya, untuk mendorong aktivitas bermain anak-anak di luar bersama keluarga, serta mengantisipasi semakin tingginya penggunaan gawai oleh anak-anak. 

    “Mari luangkan waktu untuk bermain bersama anak sambil melestarikan budaya kita,” lanjut Mitchelle. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.