Bullying pada Anak Nunung, Ini Kata KPAI

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung dihadirkan saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Saat rilis tersebut, Nunung mengaku menyesal dan meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada suaminya yang selalu mengingatkannya untuk berhenti memakai narkoba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung dihadirkan saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. Saat rilis tersebut, Nunung mengaku menyesal dan meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada suaminya yang selalu mengingatkannya untuk berhenti memakai narkoba. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas bullying atau perundungan di sekolah yang dialami anak bungsu tersangka kasus penyalahgunaan narkoba, komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung. Perundungan dialami oleh anak Nunung yang masih duduk di Kelas III Sekolah Dasar (SD) di salah satu sekolah swasta di Jakarta.

    Akibatnya, anak bungsu Nunung harus pulang sekolah lebih awal pada Sabtu, Juli 2019. Keluarga Nunung di Solo, Jawa Tengah, pun memutuskan untuk memindahkan sekolah anak bungsu Nunung ke Solo.

    “KPAI menyayangkan juga anak Nunung langsung dipindahkan. Seharusnya, tidak perlu pindah sekolah jika permasalahan ini dapat ditangani dengan baik dan bijak oleh pihak sekolah,” ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti.

    Retno mengatakan pihak sekolah dapat melibatkan para guru bimbingan konseling dan wali kelas agar perundungan dapat segera dihentikan. Pindah sekolah, menurut Retno, dapat membuat anak-anak di sekolah lamban untuk belajar dari kesalahan.

    “Pindah sekolah juga menuntut anak harus kembali beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ini proses yang tidak mudah bagi seorang anak yang juga sedang tertekan karena sang ibu sedang berhadapan dengan hukum,” kata Retno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.