Minggu, 22 September 2019

Kala Tasya Kamila Khawatir Anaknya Menangis di Pesawat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tasya Kamila dikaruniai buah hati bernama Arrasya yang lahir pada bulan Ramadan ini atau tepat pada 13 Mei 2019. Lebaran tahun ini pun menjadi lebaran pertama Tasya sebagai orangtua. instagram.com/tasyakamila

    Tasya Kamila dikaruniai buah hati bernama Arrasya yang lahir pada bulan Ramadan ini atau tepat pada 13 Mei 2019. Lebaran tahun ini pun menjadi lebaran pertama Tasya sebagai orangtua. instagram.com/tasyakamila

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan penyanyi cilik Tasya Kamila mengaku harus menjalani hubungan jarak jauh dengan suami, Randi Bachtiar, yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia. Artis berusia 26 tahun itu pun membawa serta buah hatinya, Arrasya Wardana Bachtiar, yang masih berusia dua bulan mengunjungi sang suami.

    Tasya mengaku sempat merasa khawatir akan jadi gunjingan para penumpang lain di dalam pesawat menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia, karena membawa putranya yang masih bayi.

    "Aku takut dijulidin (bahan gunjingan) penumpang lain, takut bayiku menangis, tapi untungnya enggak. Dia good boy banget. Aku ngerti, sebagai penumpang, orang lain pasti merasa terganggu kalau ada yang nangis," kata Tasya.

    Kekhawatiran Tasya itu muncul menyusul kasus selebriti Angela Gilsha yang mengeluhkan suara tangis bayi di pesawat dan kemudian menjadi perdebatan di media sosial terkait etika membawa bayi saat naik pesawat. Tasya mengatakan telah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi fisik sang anak dalam keadaan sehat dan siap ikut naik di pesawat.

    Tasya Kamila. instagram.com

    "Aku konsultasi dulu ke dokter, apa saja yang harus dibawa kalau bawa bayi naik pesawat. Tapi katanya, bayi aku sehat. Alhamdulillah, jadi bawa badan saja," kata pelantun "Anak Gembala" itu.

    Tasya lantas memberikan saran kepada calon penumpang pesawat yang akan mengajak bayi untuk memberi susu saat akan lepas landas dan saat akan mendarat.

    "Selama masih bisa, susui saja, tenangin bayinya. Sebenarnya, aku enggak bisa bilang banyak karena baru dua kali pengalaman bawa bayi naik pesawat, pas berangkat dan pulang. Ketika itu, bayiku masih dua bulan jadi gampang dan kalau rewel tinggal disusui," ujar alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.

    Tasya mengaku terharu karena saat diajak naik pesawat Arrasya tidak rewel. "Dia ngertiin mamanya banget. Kadang dia sewaktu diganti popok kan rewel. Tapi, itu enggak. Dia happy, dan malah saat di atas maunya main-main, enggak mau disusui. Pas mau landing, dia buang air dan sempat ada turbulance parah. Aku panik banget, tapi dia happy pas diganti popok," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.