Deteksi Dini Kanker Serviks pada Perempuan Indonesia Masih Minim

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    Ilustrasi kanker serviks. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanker mulut rahim merupakan penyakit kanker tertinggi kedua yang diderita oleh perempuan Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks juga berkaitan dengan tingginya perkawinan anak di negeri ini.

    Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani mengungkapkan jumlah perempuan yang melakukan deteksi dini kanker serviks baru 5 persen di seluruh Indonesia.

    "Deteksi dini untuk melihat kemungkinan adanya gejala kanker mulut rahim itu baru sekitar 5 persen dari seluruh wanita yang eligible yang harus memeriksakan diri di seluruh Indonesia, masih sangat sedikit," kata Dwi.

    Perempuan yang akrab disapa Dani tersebut mengemukakan rendahnya angka deteksi dini kanker mulut rahim akibat ketidaktahuan dan kesadaran masyarakat yang masih minim terhadap pencegahan penyakit itu. Dani menjelaskan dibutuhkan sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks, baik itu menggunakan tes IVA ataupun papsmear agar kesadaran masyarakat bisa meningkat.

    Menurutnya, peran Tim Penggerak PKK yang anggotanya perempuan dan sudah menikah sangat efektif bila dioptimalkan dengan tepat. Alasannya, pemeriksaan IVA ataupun papsmear untuk deteksi dini kanker serviks sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.

    Oleh karena itu, Dani menyarankan perempuan untuk melakukan deteksi dini, minimal dengan tes IVA yang paling mudah dilakukan dan bisa didapatkan di Puskesmas.

    "Untuk pemeriksaan IVA pembiayaannya sudah dijamin oleh BPJ. Jadi, mereka yang sudah menjadi anggota BPJS sebetulnya bisa melakukan pemeriksaan ini, dilakukan satu tahun sekali paling tidak," kata Dani.

    Dani mengemukakan bahwa perkawinan anak meningkatkan risiko penyakit kanker mulut rahim pada perempuan. Alat kelamin wanita yang usianya di bawah 19 tahun masih sangat rentan terinfeksi berbagai virus sehingga berpotensi mengalami kanker serviks pada 15 tahun hingga 20 tahun yang akan datang.

    "Dari hasil penelitian menunjukkan mereka yang yang kena kanker serviks setelah ditanya kapan pertama kali melakukan hubungan seksual, usianya rata-rata di bawah 19 tahun," kata Dani.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.