Kiat agar Tidak Punya Utang setelah Menggelar Pesta Pernikahan

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    Ilustrasi pasangan menikah/pernikahan. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan besar sering dilakukan calon pengantin dan keluarga sebelum menggelar pesta pernikahan. Mereka melibatkan banyak kegiatan, banyak pihak, dan uang yang akan dibelanjakan.

    Perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie menilai banyak cara menabung untuk mempersiapkan pesta pernikahan. Salah satunya adalah dengan metode value based budgeting.

    "Metode itu artinya memprioritaskan apa yang menjadi nilai penting dalam hidup," kata Prita.

    Prita mencontohkan seseorang yang bekerja dengan upah minimum regional (UMR) dapat menerapkan metode value based budgeting jika berencana menikah pada tahun berikutnya. Dengan penetapan prioritas menikah, seseorang mengalokasikan 50 persen dari pendapatan untuk ditabung.

    Namun, Prita mengingatkan penerapan persentase hingga 50 persen itu akan memperkecil atau bahkan menghilangkan tabungan rutin ataupun dana untuk diinvestasikan. Prita menyarankan seseorang yang akan mempersiapkan pesta pernikahan sebaiknya menghindari berutang selama periode persiapan karena berisiko membawa utang itu setelah menikah.

    Prioritas hidup akan berubah ketika menikah. Utang-utang yang telah diambil sebelumnya berpotensi menjadi gangguan alokasi dana dalam kehidupan seseorang setelah menikah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.