Ketika Cinta Laura Ungkap Kepedulian pada Perempuan dan Anak

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cinta Laura Kiehl saat ditemui dalam peluncuran single terbarunya bertajuk Vida di FX Senayan, Jakarta 19 Juli 2019. Setelah absen 7 tahun lamanya, Cinta Laura kini kembali ke industri musik. Tempo/Nurdiansah

    Cinta Laura Kiehl saat ditemui dalam peluncuran single terbarunya bertajuk Vida di FX Senayan, Jakarta 19 Juli 2019. Setelah absen 7 tahun lamanya, Cinta Laura kini kembali ke industri musik. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Cinta Laura mengaku akan fokus pada dunia musik setelah tujuh tahun beristirahat. Namun, bukan berarti dia akan meninggalkan panggung seni peran.

    "Kalau ada proyek akting yang keren banget aku ambil. Tetapi enam bulan ke depan aku bakal fokus banget ke nyanyi, bukan berarti kalau ada proyek yang lain aku enggak ambil," ujarnya.

    Bagi pelantun "Vida" itu, akting adalah minatnya. Label tempatnya bernaung menurut dia juga bersikap kooperatif jika nantinya ada tawaran film yang datang.

    "Akting adalah my passion. Label aku juga kooperatif banget. Mereka ngerti kalau ada film yang keren, mereka bolehin aku untuk syuting," tutur Cinta.

    Cinta, yang belum lama ini didaulat sebagai Duta Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, menilai ada ketidakadilan untuk kaum perempuan dan anak jika menilik banyaknya kasus kekerasan terhadap mereka. Melalui keterlibatannya sebagai Duta Anti Kekerasan Cinta berharap dapat membantu menyadarkan para perempuan dan anak bahwa mereka mendapat perlindungan dari pemerintah dan masyarakat.

    "Jadi aku ingin tingkatkan awareness yang lebih kuat supaya perempuan-perempuan dan anak-anak Indonesia merasa lebih dilindungi sama pemerintah dan orang-orang di sekitar mereka," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.