Kurangi Porsi Makan, Cara Salah Atasi Anak Obesitas

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak obesitas/obesitas dan kesehatan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Buat orang tua yang ingin mengurangi berat badan anak yang obesitas, caranya bukan dengan mengurangi porsi makan. Yang lebih tepat adalah mengganti jenis makanannya. Begitu kata spesialis anak dr. Yovita Ananta, SpA, MHSM.

    Menurutnya, sebaiknya jangan menyediakan makanan berkalori tinggi dan mengandung banyak gula seperti es krim atau cokelat. Ganti dengan buah, yogurt, atau sereal untuk menurunkan asupan kalori.

    "Di rumah jangan disediakan makanan tinggi kalori. Jadi dia mau cheat di mana, di kulkas enggak ada. Misalnya es krim, cokelat yang bisa meningkatkan berat badannya," tutur Yovita. Untuk jadwal makan besar tetap tiga kali sehari ditambah camilan dua kali berupa buah dan sayur, lalu air putih di antara jadwal makan utama. Susu sebaiknya tetap diberikan pada anak, namun jumlahnya mesti dibatasi.

    Anak di atas usia satu tahun misalnya, hanya membutuhkan 500 miligram per hari. Kalau perlu,  ganti jenis susunya dengan yang rendah lemak.

    Ia kemudian mengingatkan perubahan perilaku makan tersebut tidak bisa langsung diterapkan seketika. Orang tua berperan memberikan contoh pola makan yang sehat tanpa memaksa anak.

    "Pelan-pelan. Biasanya tidak bisa satu atau dua hari untuk mengubah perilaku itu. Dilihat orang tua jadi model. Bukan dipaksa," katanya.

    Selain asupan makanan, anak yang obesitas juga perlu melakukan aktivitas fisik rutin minimal tiga kali dalam seminggu untuk menurunkan berat badannya ke angka normal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.