Sebab Wanita Harus Bisa Menempatkan Emosi dengan Baik

Reporter

Ilustrasi wanita bahagia. Unsplash.com

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan boleh meluapkan kemarahan, kesedihan, dan kegembiraan, tetapi harus bisa menempatkan emosi secara baik dan tidak berlebihan. Begitu pendapat psikolog keluarga Retno Dewanti Purba.

"Perempuan harus bisa mengenali dan mengapresiasi segala sesuatu yang muncul dari diri, tidak perlu ditekan atau ditahan," kata Retno.

Yang penting, ketika perempuan merasa tertekan atau stres, dia harus memiliki kemampuan untuk bangkit kembali. Kemampuan untuk bangkit kembali itu akan membuat perempuan lebih kuat daripada sebelumnya.

Menurut Retno, sebagian besar persoalan individu dewasa lebih mudah dipahami bila bisa menyelesaikan permasalahan diri sendiri terlebih dulu.

"Pengenalan diri itu dimulai dari remaja. Ketika dia harus hidup bersama orang lain, misalnya suami dan anak, dia akan bisa menyayangi dan memelihara mereka dengan baik bila bisa mencintai diri sendiri," tuturnya.

Menurut Retno, perempuan kadang merasa tertekan dan stres serta tidak nyaman karena menetapkan sasaran yang terlalu tinggi.

"Karena menempatkan sasaran yang terlalu tinggi, sementara dia juga harus melompat dari peran satu ke peran lainnya, kadang perempuan jatuh dan merasa tidak nyaman," tuturnya.

Apalagi, perempuan juga kerap menyalahkan diri sendiri terhadap situasi yang dihadapi. Misalnya, ketika ada seseorang yang mengatakan anaknya terlalu kurus, dia merasa itu sebagai kesalahannya sendiri.






5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

12 jam lalu

5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Orang Tua saat Berdebat dengan Anak Remaja

Jangan berasumsi bahwa anak remaja akan berhenti berdebat sendiri atau mengalah.


Kepribadian Perfeksionisme Berlebihan, Bagaimana Penyebab dan Ciri Anankastik?

1 hari lalu

Kepribadian Perfeksionisme Berlebihan, Bagaimana Penyebab dan Ciri Anankastik?

Anankastik atau obsessive compulsive personality disorder (OCPD) salah satu gangguan kepribadian


Perlunya Pendampingan bagi Penyintas Insiden yang Trauma

2 hari lalu

Perlunya Pendampingan bagi Penyintas Insiden yang Trauma

Psikolog mengatakan penyintas insiden yang mengalami trauma dan kondisi kesehatan mentalnya mengkhawatirkan sebaiknya diberi pendampingan.


Jangan Tolak Emosi Negatif, Simak Saran Psikolog

3 hari lalu

Jangan Tolak Emosi Negatif, Simak Saran Psikolog

Emosi negatif pasti dirasakan banyak orang setiap hari dengan berbagai penyebab. Jangan selalu ditolak. Simak saran psikolog berikut.


Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Ajarkan Rivalitas Sehat pada Anak

4 hari lalu

Cegah Tragedi Kanjuruhan Terulang, Ajarkan Rivalitas Sehat pada Anak

Terkait tragedi Kanjuruhan, psikolog membagikan kiat untuk para orang tua agar bisa mengajarkan rivalitas yang sehat kepada anak-anak.


Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

4 hari lalu

Inilah yang Harus Anda Dilakukan jika Mengalami KDRT

KDRT dapat dialami siapa saja. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami KDRT.


Yang Harus Dilakukan setelah Putus Cinta

6 hari lalu

Yang Harus Dilakukan setelah Putus Cinta

Ada langkah-langkah yang dapat membantu untuk segera pulih dari putus cinta. Berikut tips agar patah hati tak berkepanjangan.


Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

8 hari lalu

Hari Jantung Sedunia, Perempuan Rentan Kena Serangan Jantung setelah Menopause

Wanita cenderung memiliki kekebalan relatif terhadap serangan jantung sebelum menopause, tapi setelahnya?


Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

10 hari lalu

Stuart Weitzman Tunjuk Kim Kardashian Sebagai Duta Merek Tunjukkan Kekuatan Baru

Stuart Weitzman berharap dapat lebih menyentuh konsumen milenial secara emosional


Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

10 hari lalu

Perempuan, Garda Terdepan dalam Demo Iran

Kemarahan para perempuan dalam demo Iran yang mengutuk kematian Mahsa Amini, dituangkan dalam teriakan lantang: perempuan, hidup dan kebebasan.