Sebab Wanita Harus Bisa Menempatkan Emosi dengan Baik

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bahagia. Unsplash.com

    Ilustrasi wanita bahagia. Unsplash.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan boleh meluapkan kemarahan, kesedihan, dan kegembiraan, tetapi harus bisa menempatkan emosi secara baik dan tidak berlebihan. Begitu pendapat psikolog keluarga Retno Dewanti Purba.

    "Perempuan harus bisa mengenali dan mengapresiasi segala sesuatu yang muncul dari diri, tidak perlu ditekan atau ditahan," kata Retno.

    Yang penting, ketika perempuan merasa tertekan atau stres, dia harus memiliki kemampuan untuk bangkit kembali. Kemampuan untuk bangkit kembali itu akan membuat perempuan lebih kuat daripada sebelumnya.

    Menurut Retno, sebagian besar persoalan individu dewasa lebih mudah dipahami bila bisa menyelesaikan permasalahan diri sendiri terlebih dulu.

    "Pengenalan diri itu dimulai dari remaja. Ketika dia harus hidup bersama orang lain, misalnya suami dan anak, dia akan bisa menyayangi dan memelihara mereka dengan baik bila bisa mencintai diri sendiri," tuturnya.

    Menurut Retno, perempuan kadang merasa tertekan dan stres serta tidak nyaman karena menetapkan sasaran yang terlalu tinggi.

    "Karena menempatkan sasaran yang terlalu tinggi, sementara dia juga harus melompat dari peran satu ke peran lainnya, kadang perempuan jatuh dan merasa tidak nyaman," tuturnya.

    Apalagi, perempuan juga kerap menyalahkan diri sendiri terhadap situasi yang dihadapi. Misalnya, ketika ada seseorang yang mengatakan anaknya terlalu kurus, dia merasa itu sebagai kesalahannya sendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.