Fenita Arie Berbagi 2 Tips Pernikahan Langgeng dan Adem

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan selebriti Arie Untung dan Fenita Arie di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019. TEMPO | Astari P. Sarosa

    Pasangan selebriti Arie Untung dan Fenita Arie di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019. TEMPO | Astari P. Sarosa

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernikahan Fenita Arie dan Arie Untung sudah berlagsung lebih dari 14 tahun. Fenita Arie mengatakan dalam menjalani biduk rumah tangga, setiap pasangan punya jurus yang berbeda untuk saling cocok satu sama lain.

    Dalam menjaga keharmonisan selama ini, Fenita Arie dan Arie Untung berpegang pada dua hal. Pertama saling percaya dan kedua komunikasi. ""Setiap pasangan punya cara masing-masing untuk menjaga keharmonisan dalam hubungan. Aku lebih ke kepercayaan," tutur Fenita Arie di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Selasa 16 Juli 2019.

    Kepercayaan dalam hal ini, menurut Fenita Arie, bukan sekadar percaya kalau rasa cinta hanya untuk pasangannya, namun termasuk segala sesuatu -apakah baik atau buruk, datang karena saling percaya bahwa itulah yang terbaik yang bisa dilakukan. Dengan saling percaya, Fenita Arie melanjutkan, maka setiap pasangan bisa saling menerima dan memahami tidak ada orang yang sempurna.

    "Setiap orang harus menerima bahwa tidak semua pasangan itu sempurna," kata Fenita Arie. "Jadi, tidak hanya menerima kelebihan pasangan, tapi harus juga bisa menerima kekurangannya."

    Artis Fenita Arie berpose dalam The Relaunching of Wardah Skin Care Innovation Renew You Series & The Launching of Wardah New Brand Ambassador di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019. Fenita Arie dikenalkan menjadi brand ambassador terbaru Wardah dalam peluncuran seri perawatan kulit anti-aging. TEMPO/Nurdiansah

    Kunci yang kedua adalah komunikasi. Menjaga komunikasi bisa jadi sulit jika belum terbiasa. Namun jika berpegang pada saling percaya tadi, maka komunikasi akan lebih mudah dilakukan untuk saling membuka percakapan satu dengan lainnya.

    Komunikasi yang cukup penting dilakukan oleh pasangan adalah tentang kondisi keuangan keluarga. Jika komunikasi sudah terjalin bagus, maka tak akan sulit untuk mendiskusikan apapun yang terjadi, termasuk soal keuangan.

    Fenita Arie menambahkan, fase terberat pasangan adalah pada lima tahun pertama pernikahan. Pada masa itu, masing-masing pasangan harus belajar membiasakan diri dengan perubahan dan mendalami karakter satu sama lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.