Tips Bekali Anak di Era yang Kian Kompetitif

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli mengatakan kita sedang hidup dalam dunia VUCA atau Volatile, Uncertain, Complex, and Ambiguous. Artinya, dunia selalu bergerak, tidak pasti, kompleks dan ambigu.

    Zaman sekarang, semua cepat berubah dan semakin kompetitif ini. Sebab itu, sangat penting bagi orang tua mempersiapkan anak mereka menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi masa depan. Dokter Spesialis Anak, Mira Irmawati mengatakan semua kesiapan itu berangkat dari kecukupan asupan nutrisi, stimulasi, dan pemberian kegiatan bermakna.

    "Genetik, nutrisi, lingkungan, termasuk stimulasi adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh orang tua," kata Mira Irmawati dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo saat mengisi acara Resilience Talkshow dan Purposeful Family Date di di Surabaya, Minggu 14 Juli 2019.

    Stimulasi penting karena mendukung perkembangan anak dan memastikan kematangan fungsi tubuhnya, seperti motorik halus, motorik kasar, bahasa, sosial, fisik, kreativitas, hingga kognitif. Namun untuk meningkatkan stimulasi, anak pasti akan sering terpapar kuman dan benda asing lainnya.

    Kegiatan yang penting untuk pertumbuhan anak perlu dilengkapi dengan daya tahan tubuh yang kuat. Mira Irmawati menjelaskan sistem daya tahan tubuh yang baik dapat dibangun sejak awal melalui pemenuhan nutrisi seperti vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya.

    Selain melalui stimulasi dan nutrisi yang baik, faktor penting lain yang membantu anak agar tangguh menghadapi masa depan adalah karakter. "Karakter yang tangguh sejak usia dini membuat si kecil siap menghadapi perubahan dan situasi tertentu dalam hidup, seperti kegagalan, stress, tantangan, lingkungan baru," kata psikolog anak dan keluarga, Ajeng Raviando.

    Ajeng menganjurkan lima karakter untuk diasah sejak dini, yaitu berani, mandiri, gigih, adaptif, dan banyak akal. Pengembangan karakter anak dapat dilakukan melalui pengalaman baru atau kegiatan yang bermakna bagi anak.

    Kegiatan bermakna juga bisa disesuaikan di setiap fase usia anak. Misalnya pada usia 1 tahun ke atas, anak dapat diajak bermain di luar ruangan, usia 2-3 tahun anak dapat diajarkan berbagai kemampuan baru seperti naik sepeda dan berenang. Lalu pada usia 4-6 tahun anak bisa diajak berjalan-jalan ke alam terbuka seperti gunung dan pantai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara