Simona Halep, dari Operasi Payudara sampai Pengorbanan Keluarga

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Rumania, Simona Halep berpose dengan trofi setelah berhasil menjuarai turnamen Wimbledon di London, Inggris, 13 Juli 2019. Simona sukses meraih gelar juara pertamanya di turnamen Wimbledon setelah mengalahkan petenis AS, Serena Williams. REUTERS/Carl Recine

    Petenis Rumania, Simona Halep berpose dengan trofi setelah berhasil menjuarai turnamen Wimbledon di London, Inggris, 13 Juli 2019. Simona sukses meraih gelar juara pertamanya di turnamen Wimbledon setelah mengalahkan petenis AS, Serena Williams. REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan petenis nomor satu dunia Simona Halep meraih gelar juara Grand Slam keduanya dengan memenangi Wimbledon 2019. Dia berhasil mengalahkan Serena Williams, pemegang 23 gelar juara Grand Slam di final, 13 Juli 2019. Simona Halep sebelumnya meraih gelar juara di Prancis Terbuka 2018.

    Walaupun sudah meraih gelar juara Grand Slam dua kali, masih banyak yang belum mengetahui petenis asal Rumania ini. Dilansir dari Boomsbeat, berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai Halep. 

    Baca juga:
    Intip Kekayaan Simona Halep dan 5 Petenis Perempuan Lainnya
    Kate Middleton-Meghan Markle Tampil Elegan di Final Wimbledon

    #Main tenis dari usia 4 tahun
    Simona Halep mulai tertarik dengan tenis di usia 4 tahun, ketika menemani ibunya ke klub tenis saudaranya. Dia merasa senang saat melihat bola yang memantul dari raket. Pada saat itu, wanita kelahiran 27 September 1991, ini senang bermain sepak bola dengan tetangga-tetangganya dan bermain bola tangan di sekolah, dan akhirnya memutuskan untuk serius di tenis.

    #Operasi payudara
    Pada 2009, saat masih berusia 17 tahun, Halep menjalani operasi payudara. Dia mengurangi ukuran payudaranya dari 34DD menjadi 34C, untuk meningkatkan keterampilannya di lapangan. Menurut Halep, hal ini adalah pengorbanan terbesarnya untuk tenis.

    Ekspresi petenis Rumania, Simona Halep setelah berhasil mengalahkan petenis AS, Serena Williams di laga final turnamen Wimbledon di London, Inggris, 13 Juli 2019. Sebelum sukses menjuarai Wimbledon 2019, petenis 27 tahun ini telah memiliki gelar Grand Slam pertamanya pada pentas French Open 2018 lalu. REUTERS/Carl Recine

    #Pengorbanan keluarga
    Saat Halep berusia 13 tahun, dia mendapat tawaran untuk ikut turnamen junior penting di Sainte Genevieve des Boix di Prancis. Dia berhasil lolos kualifikasi dan mencapai semifinal. Namun keluarganya harus banyak berkorban secara finansial untuk memberikan Halep pelatih terbaik. 

    #Sempat cedera
    Musim 2016 dimulai dengan sejumlah masalah cedera. Cedera di betis menghalanginya berpartisipasi di turnamen Brisbane International dan kemudian dia mengalami masalah hidung yang membuatnya tersingkir di babak pertama Australia Terbuka, saat dia menjadi unggulan kedua.

    #Penghargaan
    Pada Oktober 2017, Halep dinobatkan sebagai petenis nomor satu di dunia untuk pertama kali dalam kariernya. Dia menjadi pemain ketujuh yang mencapai peringkat nomor satu tanpa memenangkan turnamen Grand Slam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.