Sebab Anak Harus Dibiasakan Bernapas lewat Hidung

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak tidur. Shutterstock.com

    Ilustrasi anak tidur. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua harus membiasakan anak bernapas menggunakan hidung. Hal tersebut akan mempengaruhi masalah kesehatan tidur saat dewasa.

    Praktisi kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran Jakarta, dr. Andreas Prasadja, RSPGT mengatakan cara bernapas anak-anak akan mempengaruhi saraf-saraf yang ada pada tubuhnya. Menurutnya, kebiasaan bengong pada anak juga bisa membuat pertumbuhan rahang menjadi tidak maksimal.

    "Anak-anak jauh lebih penting untuk membiasakan napas lewat hidung saat terjaga. Karena kalau dia terbiasa napas di mulut saat terjaga, nganga, bengong, mulutnya terbuka, saraf-sarafnya akan terganggu di wajah," ujar Andreas.

    Baca juga:
    Tren Operasi Plastik 2019, Permak Hidung Pakai Tulang Iga
    Trik Menebak Kepribadian Seseorang dari Bentuk Hidung

    "Nantinya pertumbuhan rahang atas dan bawah akan jelek, akan jadi kecil. Anak-anak inilah yang nanti dewasanya akan menderita sleep apnea (mendengkur)," lanjutnya.

    Sementara itu, penyanyi Andien sempat mempraktekkan metode buteyko atau tidur dengan cara menutup mulut menggunakan plester pada sang anak, Anaku Askara Biru atau Kawa, yang masih berusia dua tahun. Menurut Andreas, hal tersebut tidak masalah. Hanya saja jika sang anak terlihat mulai kesulitan bernapas, para orang tua harus segera membuka plesternya.

    "Anak-anak beda lagi. Kalau soal napas pada dewasa beda, wanita hamil beda, anak-anak beda. Kalau anak-anak, pesan saya silakan, tapi kalau dia sesak silakan buka saja. Kalau pilek si artis malah merasa lega, ya syukur, tapi kalau ternyata dia keliatan sesak ya buka saja," jelas Andreas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.