Dokter Ingatkan Bahaya Asap Rokok buat Semua Pihak, Apa Saja?

Reporter

Ilustrasi wanita merokok. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Merokok berdampak buruk bagi kesehatan sendiri dan orang lain. Saat seseorang mengisap rokok, sebagian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok tapi juga dilepaskan ke udara sehingga dihirup oleh yang tidak merokok. Semakin sering seseorang terpapar asap rokok, semakin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialami perokok pasif.

"Terus menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen," kata dokter Kevin Adrian.

Selain itu, perokok pasif juga meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada, dan gagal jantung. Asap rokok yang dihirup juga dapat mengakibatkan pengerasan arteri, atau yang disebut dengan aterosklerosis. Hal ini dapat disebabkan oleh lemak, kolesterol, dan zat lainnya (seperti bahan kimia pada rokok) yang terbentuk di dinding arteri.

Baca juga:
Berhenti Merokok Tidak Susah Asal Tahu Kiatnya

Pengerasan pembuluh darah dapat menyebabkan penyempitan arteri dan menghalangi aliran darah. Kevin menambahkan asap rokok tidak hilang begitu saja setelah dihembuskan karena bisa bertahan di udara 2,5 jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan.

Hal ini juga berlaku di tempat tertutup yang tidak luas, seperti di dalam mobil. Bahkan asap rokok mungkin masih ada dalam jumlah besar meskipun orang tersebut telah berhenti merokok. Terpapar asap rokok dapat menimbulkan gejala seperti mata teriritasi, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan pusing.

Setidaknya, dalam asap rokok terkandung beberapa jenis bahan kimia, seperti hidrogen sianida atau gas beracun yang digunakan dalam senjata kimia dan pengendalian hama, benzene yang ditemukan pula di dalam bensin, formaldehida atau bahan pengawet yang digunakan untuk membalsem mayat, dan karbon monoksida, gas beracun yang ditemukan di dalam knalpot mobil.

Artikel lain:
6 Penyebab Kanker Paru Selain Merokok

Pada ibu hamil, terpapar asap rokok membuatnya berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti keguguran, bayi lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata. Pada anak-anak, terpapar asap rokok membuat mereka berisiko terkena asma, pilek, infeksi telinga, infeksi sistem pernapasan, alergi, dan meningitis.

"Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok," jelasnya.






Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

2 hari lalu

Bos Wismilak Meninggal, Ini Profil Willy Walla

Siapakah Willy Walla, Komisaris Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk yang meninggal. Berikut profilnya.


Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

3 hari lalu

Faktor-faktor yang Jadi Pertimbangan Pemerintah Sebelum Naikkan Cukai Rokok

Pemerintah tetap berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terhadap tarif cukai rokok agar tidak menganggu kesejahteraan petani tembakau.


Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Sudah 4 Kali Stroke, Apa Saja Penyebab dan Gejala Stroke?

5 hari lalu

Kuasa Hukum Sebut Lukas Enembe Sudah 4 Kali Stroke, Apa Saja Penyebab dan Gejala Stroke?

Kuasa hukum tersangka Gubernur Papua Lukas Enembe menyebut kliennya sudah 4 kali kena stroke. Apa saja gejala stroke?


Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

10 hari lalu

Popocorn Lung Mengintai Pengisap Rokok Elektrik, Apa Itu?

Kecanduan rokok elektrik bisa menimbulkan berbagai penyakit, salah satunya popcorn lung yang menyerang paru-paru.


Perlunya Riset Kolaboratif Tembakau Alternatif, Ini Tujuannya

13 hari lalu

Perlunya Riset Kolaboratif Tembakau Alternatif, Ini Tujuannya

Pemerintah, akademisi, lembaga riset, pelaku usaha bisa berkolaborasi melakukan riset dengan topik yang relevan terhadap produk tembakau alternatif.


Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

18 hari lalu

Penelitian UI Sebut 25 Persen Pendapatan Anak Jalanan Jakarta Buat Beli Rokok, Ironi

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia membeberkan 25 persen dari total pendapatan harian yang diperoleh anak jalanan untuk beli rokok.


Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

19 hari lalu

Rokok Elektrik atau Konvensional Sama-sama Berisiko Kanker Paru

Rokok elektrik atau vape dianggap tetap menyebabkan masalah pada kesehatan, mulai dari batuk hingga potensi kanker paru.


Susah Tidur Nyenyak? Setidaknya Coba Lakukan 4 Cara Ini

22 hari lalu

Susah Tidur Nyenyak? Setidaknya Coba Lakukan 4 Cara Ini

Sejumlah kegiatan dapat membantu untuk memperoleh tidur nyenyak dan berkualitas. Apa saja yang harus dilakukan dan dihindari?


Kematian Mao Zedong Pendiri China Baru, Diterjang 2 Kali Serangan Jantung

24 hari lalu

Kematian Mao Zedong Pendiri China Baru, Diterjang 2 Kali Serangan Jantung

Hari ini, 9 September 1976 kematian Mao Zedong, Bapak Pendiri China Baru. Berikut kisah kejayaannya dan akhir usianya.


Perlunya Deteksi Dini Kanker Paru untuk Permudah Pengobatan

34 hari lalu

Perlunya Deteksi Dini Kanker Paru untuk Permudah Pengobatan

Pakar mengatakan gejala kanker paru kerap tidak terdeteksi sehingga penting mendeteksi dini agar peluang sembuh semakin besar.